Home / BERITA TERBARU / Studi: Bluetooth HP Ancam Kesehatan

Studi: Bluetooth HP Ancam Kesehatan

 

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Bluetooth hp membahayakan kesehatan.  Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD menyatakan menggunakan headphone dalam jangka waktu yang lama dan volume keras membuat pendengaran terganggu dan gendang telinga pun rentan rusak.

Lebih daripada itu, 247 ilmuwan dari 42 negara menyatakan keprihatinan efek kesehatan yang terkait dengan paparan medan elektromagnetik (PME) yang dipancarkan dari perangkat nirkabel, termasuk juga bluetooth headphone.

Melansir dari Healthline, para ilmuwan memperingatkan bahwa risiko kesehatan potensial dari PME cukup kronis, termasuk kanker, kerusakan genetik, gangguan neurologis, defisit belajar dan memori, serta gangguan reproduksi.

Para ilmuwan ini telah menyerukan hal tersebut kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan PBB untuk untuk mengeluarkan peraturan yang lebih ketat terkait paparan medan elektromagnetik dari perangkat nirkabel. Tujuannya agar orang bisa lebih terlindungi dari dampak kesehatan yang berpotensi berbahaya.

Hal ini pun turut dipertegas dengan apa yang disampaikan oleh Joel M. Moskowitz, PhD, Direktur of The Center for Family and Community Health di University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa paparan medan elektromagnetik dalam jangka panjang yang berasal dari bluetooth headphone bisa sangat berbahaya, sehingga penggunaannya perlu dibatasi.

Medan elektromagnetik adalah bidang energi yang tidak terlihat, sebab merupakan jenis radiasi yang dihasilkan oleh listrik. Ketika Anda menggunakan bluetooth headphone paparan medan elektromagnetik nonionisasi atau level rendah yang disebut Radiasi Frekuensi Radio (RFR) akan terpancar.

Selanjutnya, pada 2018, penelitian dari National Toxicology Program (NTP) menemukan bahwa paparan RFR tingkat tinggi, seperti pada telepon seluler dengan jaringan 2G dan 3G, dapat menyebabkan kanker pada tikus.

Pertanyaan terbesar yang dihadapi para ilmuwan sekarang adalah bagaimana temuan ini berhubungan dengan manusia dan level spesifik RFR apa yang dapat mengancam kesehatan manusia.

Walaupun bluetooth headphone memancarkan tingkat radiasi yang lebih rendah dibandingkan dengan ponsel, penempatannya merupakan masalah besar bagi beberapa ahli kesehatan.

“Karena kedekatan perangkat tersebut dengan tubuh atau kepala, maka bahayanya bisa lebih besar,” Moskowitz menjelaskan dikutip dari klikdokter,  Kamis (28/3/2019).

Tak hanya itu, durasi penggunaan bluetooth headphone yang terlalu lama juga turut andil sebagai penyebab kerusakan pendengaran pada orang yang menggunakannya. Hal ini dijelaskan kemudian oleh Moskowitz.

“Jika seseorang menggunakan bluetooth headphone selama berjam-jam dalam sehari, paparan radiasi gelombang mikro ke otak bisa sangat besar dan berbahaya,” ucapnya.