Home / ACEH / Kasus Penggelapan Sabu, 8 Polisi di Aceh Timur Sidang Perdana

Kasus Penggelapan Sabu, 8 Polisi di Aceh Timur Sidang Perdana

Sejumlah oknum kepolisian menjalani sidang kasus penggelapan barang bukti sabu di PN Idi, Aceh Timur, Kamis (21/3/2019). (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Sebanyak delapan oknum polisi yang diduga terlibat dalam kasus narkoba jenis sabu-sabu, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Kab. Aceh Timur, Provinsi Aceh, Kamis (21/3/2019).

Sidang yang dipimpin hakim ketua, Apriyanti, SH, MH, dengan Khalid, SH, MH, dan Andy Effendi Rusdi, SH, sebagai hakim anggota, mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur.

Keseluruhan terdakwa yang terlibat kasus tersebut yakni HM, RW, ABK, SG, TR, SP, KR dan MK, oknum polisi dari Satuan Reserse Narkoba dan Satuan Polisi Air Polres Aceh Timur serta 3 warga sipil berinisial ZF, RM dan DW.

“Terdakwa dalam kasus ini melibatkan delapan oknum polisi dan tiga masyarakat sipil dengan peran yang berbeda, sehingga persidangan dilakukan secara terpisah dan bertahap,” kata Kajari Aceh Timur Abun Hasbulloh Syambas SH,MH, melalui Kasi Intel Kejari Aceh Timur, Andi Zulanda, SH.

Baca: 3 Polisi di Aceh Timur Dipecat

2 Gadis dan 3 Pemuda di Aceh Pesta Sabu

3 Polisi dan Wanita Cantik Pesta Sabu di Kamar Hotel

Para terdakwa dikatakannya didakwa atas Pasal 114 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara atau dapat dipidana hukuman mati atau seumur hidup.

“Subsidair Pasal 112 Ayat 2 jo pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling banyak Rp8 Miliar,” ujar Andi Zulanda.

Kasus yang sempat menghebohkan publik itu berawal dari temuan narkotika jenis sabu-sabu di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Aceh Timur, Maret 2018 silam. Dalam dakwaan, terungkap bahwa ke 8 terdakwa bersekongkol dan bermufakat jahat untuk menggelapkan 3 kilogram sabu dari total keseluruhan 22 kilogram sabu yang ditemukan saat itu.

Sabu-sabu tersebut dijual dan uangnya kemudian digunakan para terdakwa untuk berbagai keperluan pribadi seperti merenovasi rumah dan membeli handphone, motor hingga membeli mobil serta melakukan traveling ke luar kota.

Sidang lanjutkan dengan agenda pembuktian terhadap 5 terdakwa akan digelar pada Rabu (27/3/2019) lima terdakwa. Sedangkan 3 terdakwa lainnya, SP, KR dan MK akan mengajukan eksepsi atau pembelaan melalui kuasa hukum Arif Fadhilah, SH dan Suhela Herawati, SH.

Baca Juga: KKB di Aceh Timur Diduga Bagian dari TAM

Misteri Kematian Johansyah, Buronan Bersenjata di Aceh

Fakta Amuk Massa hingga Bakar Mapolsek Bendahara