Home / BERITA TERBARU / Ngopi Cegah Kanker Prostat

Ngopi Cegah Kanker Prostat

Ilustrasi kopi.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Apakah pagi ini Anda sudah minum secangkir kopi? Ternyata, studi terbaru mengidentifikasi hubungan antara konsumsi kopi dan menurunkan risiko kanker prostat. Tentunya hal ini adalah sebuah penemuan yang sangat menggembirakan bagi para pria penikmat kopi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, kanker prostat adalah salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada pria. Hal ini pun turut diamini oleh dr. Reza Fahlevi.

“Beberapa faktor risiko kanker prostat di antaranya usia, riwayat kanker pada keluarga, dan etnik tertentu. Tapi jangan lupa, faktor-faktor lain seperti kegemukan, hormon, diet, dan aktivitas fisik juga berkaitan dengan penyakit kanker prostat,” ujar dr. Reza dikutip dari KlikDokter, Rabu (20/3/2019).

Ilmuwan menyelidiki lebih dalam susunan kimiawi kopi untuk memahami bagaimana bagian-bagian penyusunnya dapat bekerja melawan kanker. Para peneliti dari Kanazawa University Graduate School of Medical Science di Jepang menguji berbagai senyawa kopi dan manfaatnya dalam menangkal kanker prostat pada tikus.

Secara khusus, mereka menggunakan sel-sel yang resisten terhadap obat kanker standar seperti cabazitaxel. Penelitian awal ini sudah dipublikasikan pada Desember 2018 di jurnal The Prostate.

Awalnya, para ilmuwan tersebut mengamati efek senyawa kopi. Kemudian, mereka mempersempit fokus penelitian menjadi hanya dua, yakni kahweol asetat dan cafestol. Kedua bahan kimia tersebut adalah hidrokarbon yang secara alami terdapat pada kopi Arabika.

Dalam percobaan awal, terlihat saat kahweol asetat dan cafestol ditambahkan ke sel kanker prostat dalam cawan petri, pertumbuhan sel-sel kanker menjadi melambat.

Selanjutnya, pengujian dilakukan terhadap 2 senyawa pada sel kanker prostat yang telah ditransplantasikan ke tikus. Secara keseluruhan, digunakan 16 tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok dan satu kelompok tidak diberikan paparan senyawa apapun.

Para peneliti kemudian memberikan 4 kelompok tikus tersebut kahweol asetat. Lalu, 4 lagi diberikan cafestol, dan mereka memperlakukan empat sisanya dengan kahweol asetat dan cafestol.

“Kami menemukan bahwa kahweol asetat dan cafestol menghambat pertumbuhan sel kanker pada tikus, tetapi kombinasi keduanya tampaknya bekerja secara sinergis. Terlihat pada pertumbuhan tumor yang secara signifikan lebih lambat daripada tikus yang tidak diberi sama sekali,” jelas pemimpin penelitian, Dr. Hiroaki Iwamoto.

Efeknya sangat mencolok dan Dr. Iwamoto menjelaskan bahwa setelah 11 hari, tumor yang tidak diobati telah tumbuh sekitar 3,5 kali volume aslinya (atau sekitar 342 persen).

“Sedangkan, tumor pada tikus yang diberi kedua senyawa tersebut tumbuh sekitar 1,5 kali (atau sekitar 167 persen) kali dari ukuran aslinya,” jelas Dr. Iwamoto.