Home / ACEH / Rekam Biometrik CJH Aceh Diusul Dilakukan di Daerah

Rekam Biometrik CJH Aceh Diusul Dilakukan di Daerah

Ilustrasi, CJH Indonesia tahun 2017. (FOTO: NURHADI/FAJAR)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Kemenag Aceh terus melakukan berbagai persiapan dalam rangka menyambut musim Haji 2019, termasuk melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh dalam siaran pers diterima Klikkabar.com, Selasa (19/3/2019) berharap, pelayanan haji tahun ini harus lebih baik. Dia juga meminta jajarannya untuk melakukan segala persiapan sejak awal.

“Setelah penetapan Jamaah Calon Haji (JCH) yang berhak melunasi diumumkan Menag RI dan juga Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) ditetapkan dengan Keppres beberapa hari lalu, maka JCH diminta terus persiapkan diri,” kata Daud Pakeh.

Daud merincikan, selain manasik, persiapan lainnya bagi jamaah yaitu pemeriksaan istitha’ah kesehatan dan persiapan pelunasan pada Bank-bank Penerima Setoran (BPS) BPIH.

Selain itu, lanjut Daud Pakeh, sesuai dengan jadwal Kemenag dan pihak Visa Fasilitation Service (VFS) Tasheel, mulai Senin (18/3/2019), proses perekaman data biometrik JCH sudah dimulai.

“Untuk perdana, sebanyak 168 jamaah asal Aceh Besar lakukan rekam biometrik di Kantor VFS Tasheel, Lantai III Pasar Atjeh Banda Aceh,” sebut Daud.

Untuk tahap awal, JCH Aceh Besar melakukan perekaman Senin, Selasa, hingga Rabu (18-20 Maret).

“Dilanjutkan dengan JCH Banda Aceh pada Kamis, Jumat, dan Senin (21, 22 dan 25 Maret), untuk Aceh jaya dan sabang di hari sabtu 23 maret 2019 dan pidie tgl 26 27 Maret,mudah mudahan akhir bulan ini 5 Kabupaten Kota tersebut selesai,” jelas Kakanwil.

Ia mengatakan, mempermudahkan CJH di daerah, yang letak geografisnya jauh dengan Banda Aceh, Kemenag Aceh telah mengusulkan Bio Mobile Tasheel ke pihak tasheel Pusat

“Kita sudah mengusul agar ada bio mobile Tasheel yang turun ke daerah, jadi JCH bisa melalui rekam biometrik disana, tidak harus ke Banda Aceh, saat ini kita sedang menunggu persetujuan untuk hal tersebut,” ujar Daud.

Meski demikian, kata Daud, pihaknya terus menjadwalkan biometrik untuk daerah yang jangkauannya terdekat ke Banda Aceh dulu.

“Kalau juga belum ada jawaban dari Tasheel maka kita jadwalkan ke zona terdekat kedua yaitu Aceh Barat Nagan Raya, Pidie Jaya, Bireuen, dan dilanjutkan ke zona terdekat ketiga, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Abdya,” lanjut Daud.

“Tapi kita berharap dan doakan Tasheel menyetujuinya sehingga bisa biometrik ke daerah,” sambung Daud.

Sebelumnya, Kabid PHU menjelaskan, Arab Saudi telah menerapkan rekam biometrik sebagai prasyarat pembuatan visa jamaah haji.

VFS Tasheel adalah pihak yang ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi untuk melakukan proses rekam biometrik.

Untuk tahun ini pemerintah menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) untuk Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Aceh (BTJ) tahun 1440H/2019M sebesar Rp30.881.010. Sedangkan besaran BPIH untuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) adalah Rp66.645.504.

Sedangkan jumlah kuota haji  tahun 2019 untuk Provinsi Aceh tetap sama dengan tahun sebelumnya yaitu 4.393 orang. []

Baca Juga: Proyek Gedung Kanwil Kemenag Aceh Juga Terlilit Skandal Korupsi?

Tersangka Korupsi di Kemenag Aceh Ditangkap