Home / BERITA TERBARU / Gadis 16 Tahun Dinominasikan Nobel Perdamaian 2019

Gadis 16 Tahun Dinominasikan Nobel Perdamaian 2019

Foto: Istimewa.

KLIKKABAR.COM, SWEDIA – Greta Thunberg, salah seorang siswi asal Swedia yang telah menginspirasi gerakan internasional untuk melawan perubahan iklim, dinominasikan sebagai kandidat untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini.

Jika menang, dia akan menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda, mengungguli Malala Yousafzai yang berusia 17 tahun ketika dia menerima penghargaan itu. Dia dicalonkan oleh tiga anggota parlemen Norwegia.

“Kami telah mengusulkan Greta Thunberg karena jika kami tidak melakukan apa pun untuk menghentikan perubahan iklim, itu akan menjadi penyebab perang, konflik, dan pengungsi,” kata anggota parlemen Sosialis Norwegia Freddy Andre Ovstegard kepada kantor berita AFP, baru-baru ini.

“Greta Thunberg telah meluncurkan gerakan massa yang saya lihat sebagai kontribusi besar bagi perdamaian,” tambahnya.

Merespon pencalonannya, Thunber mencuit bahwa dia “merasa terhormat” untuk dimasukkan dalam nominasi Nobel Perdamaian.

Siapakah Greta Thunberg?

Remaja Swedia – yang di laman profil Twitter-nya mendeskripsikan dirinya sebagai “seorang aktivis iklim berusia 16 tahun dengan Asperger [sindrom]” – pertama kali melakukan pemogokan sekolah untuk perubahan iklim di depan parlemen Swedia pada Agustus tahun lalu.

Sejak itu, dia telah kehilangan banyak pelajaran pada hari Jumat demi menggelar aksi protes regulernya. Dia terus mendapatkan perhatian internasional setelah berbicara di Pembicaraan Iklim PBB di Polandia pada bulan Desember dan di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada bulan Januari.

“Tentang perubahan iklim, kita harus mengakui bahwa kita telah gagal ,” katanya kepada para pemimpin ekonomi global di Davos.

Aksinya ini menginspirasi pelajar di seluruh dunia. Setiap hari Jumat, ribuan anak sekolah melakukan aksi melawan perubahan iklim di lebih dari 100 negara di dunia.

Ada 301 kandidat untuk Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun ini, 223 di antaranya adalah individu dan 78 adalah organisasi, kata komite Nobel di situs webnya.