Home / ACEH / Aminullah Minta SKPK Fokus Perangi Kemiskinan

Aminullah Minta SKPK Fokus Perangi Kemiskinan

Aminullah Usman di sela-sela menyaksikan laga Persiraja di Liga 2 musim 2017 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengajak seluruh jajaran pemerintahannya untuk memerangi kemiskinan di Banda Aceh yang trend-nya semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir.

“Kini kemiskinan berada di angka 6,78 persen dan pengangguran 7,29 persen. Keduanya sudah mulai menurun, dan alangkah bagusnya jika setiap tahunnya bisa terus kita turunkan lagi,” kata Aminullah saat membuka Musrenbang Kota Banda Aceh Tahun 2020, Senin (18/3/2019) di Aula Gedung Mawardy Nurdin.

Untuk itu, ia menginstruksikan agar pengelolaan APBK maupun ADG di setiap gampong difokuskan untuk menurunkan kemiskinan dan pengangguran.

“Mari kita perangi kemiskinan dengan komitmen dan tekad yang kuat. 2020 perang ini akan lebih kita intensifkan dengan program-program yang konkret,” ajak dia.

Sejumlah program konkret yang dimaksud Aminullah antara lain membangun lebih banyak rumah layak huni bagi kaum duafa dan semakin memperluas cakupan bantuan modal bagi pedagang kecil.

“Pelatihan skill bagi angkatan kerja juga harus kita tingkatkan, dan setelahnya juga kita bantu modal maupun peralatan kerjanya agar mereka bisa mandiri dan bahkan membuka lapangan kerja bagi orang lain,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Aminullah berpesan kepada para Kepala SKPK agar jangan hanya mengandalkan APBK dalam pembangunan kota.

“Cari koneksi dan lobi ke pemerintah provinsi, pusat, hingga luar negeri. Tapi ingat harus tetap sesuai prosedur dan aturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Agenda tahunan tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta lintas instansi mulai dari kalangan birokrat, akademisi, LSM, Ormas, organisasi profesi, hingga pihak swasta.

Dalam Musrenbang ini, Wali Kota Aminullah berharap masukan dari 90 gampong se-Banda Aceh dan semua elemen masyarakat agar pengelolaan anggaran ke depan lebih tepat sasaran.

“Intinya harus mengacu pada visi misi pemerintahan saat ini, dan sesuai dengan kondisi yang tengah terjadi di gampong-gampong atau di tengah-tengah masyarakat,” ujar Aminullah. []