Home / BERITA TERBARU / Saudi Larang Penggunaan Istilah Wisata Religi untuk Haji dan Umrah

Saudi Larang Penggunaan Istilah Wisata Religi untuk Haji dan Umrah

Ilustrasi, Jemaah Calon Haji kloter pertama dari Embarkasi Aceh mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (16/8/2017). | Foto: Istimewa

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru. Penggunaan istilah ‘wisata religi’ (siyaahah ad-diiniyyah) dilarang untuk penyelenggaraan haji dan umrah.

Konsul Haji atau Staf Teknis Haji KJRI di Jeddah, Endang Jumali, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa (12/3/2019) menjelaskan, informasi tentang kebijakan baru ini diketahui berdasarkan surat Muassasah Muthawwif Jemaah Haji Asia Tenggara kepada Ketua Kantor Urusan Haji Indonesia.

“Sekarang, istilah itu dilarang untuk kegiatan apapun yang terkait dengan haji, umrah, atau ziarah ke Masjid Nabawi,” kata Endang.

Menurut Endang, surat itu merupakan tindak lanjut dari surat Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi tanggal 2 Jumadil Akhir 1440 H (7 Februari 2019) yang merujuk pada Dekrit Kerajaan.

“Kami sudah bersurat kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk ikut mensosialisasikan kebijakan baru tersebut, baik kepada Kanwil Kemenag Provinsi, maupun penyelenggara perjalanan ibadah haji khusus dan umrah,” ujar dia.

Penggunaan istilah “wisata religi” sering ditemui dalam paket-paket penyelenggaraan ibadah umrah dan haji khusus. Istilah ini biasanya dikonotasikan dengan kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki sejarah dalam dakwah Islam.

Wisata ini adakalanya berada di domestik wilayah Saudi, ada juga yang sampai negara-negara timur tengah lainnya yang disatukan dalam paket perjalanan ibadah umrah dan haji khusus. []