Home / ACEH / KKB di Aceh Timur Diduga Bagian dari TAM

KKB di Aceh Timur Diduga Bagian dari TAM

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro (kanan) didampingi Wakapolres Aceh Timur Kompol Warosidi (kiri) memperlihatkan barang buktibukti disita dari jaringan KKB di Mapolres Aceh Timur, Jumat (1/3). (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Pihak Kepolisian meminta agar nama-nama yang selama ini diduga masuk daftar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Aceh, supaya segera menyerahkan diri. Hal ini dikatakan Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, SIK, MH, pasca penangkapan Nas dan Sul, yang dilakukan oleh tim gabungan Polda Aceh beberapa waktu lalu.

“Kita mengimbau agar segera menyerahkan diri sebelum ditangkap, karena petugas akan terus mengejarnya,” kata Wahyu didampingi Wakapolres Kompol Warosidi, SH, MH, kepada Klikkabar.com, Jum’at (1/3/2019).

Dijelaskan Wahyu, Nas dan Sul alias Sal diduga merupakan bagian dari Tentara Aceh Merdeka (TAM). Tim gabungan Polda Aceh dibantu tim gabungan Polres Aceh Timur dan Polres Aceh Utara hingga saat ini terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

“Meskipun sebagian dari KKB ini telah melarikan dari dari tempat persembunyiannya selama ini, namun petugas kita terus mendalami dan mengembangkan kasus ini,” ujar Wahyu.

Baca: Nurul Jadi Buronan Polres Aceh Timur

Polisi Kejar Pelaku Pembakaran Mapolsek di Tamiang

Terlilit Hutang, Janda 5 Anak di Aceh Edar Ganja

Wahyu tetap mengimbau agar sejumlah nama yang selama ini masuk dalam daftar nama-nama TAM atau terlibat dalam KKB segera menyerahkan diri. “Lebih baik menyerahkan diri sebelum ditangkap. Jika bersedia menyerahkan diri, jiwa dan raganya akan kita lindungi,” tuturnya.

Masyarakat juga diharapkan turut mendukung kerja kepolisian, terutama dalam menginformasikan keberadaan KKB khususnya di Aceh Timur, sehingga tidak ada lagi senjata api yang berada di tangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Tugas polisi adalah menciptakan suasana yang aman dan nyaman serta tenang dalam beraktifitas,” tambahnya.

Perlu diketahui, sambung Wahyu, memiliki atau menyimpan senjata api tanpa izin tentu akan diproses dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman hukuman diatas 15 tahun penjara.

Baca: Polisi Ringkus Sindikat Penculikan Satu Keluarga

6 Peraturan di Aceh yang Bikin Heboh

Nasib Kawasan Ekosistem Leuser Kian Kritis

“Mari kita pelihara damai ini dengan baik, sehingga suasana kamtibmas terjaga, apalagi Pilpres dan Pileg sudah didepan mata,” tutup Wahyu.

Barang bukti yang diamankan polisi dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Aceh Timur. (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

Diberitakan sebelumnya, Nas disergap tim gabungan Polda Aceh di Lhoknibong, Aceh Timur, Kamis (14/2) pagi, tetapi Nas berhasil kabur. Keesokan harinya, Tim Satgas KKB Polda Aceh berhasil menangkapnya Nas disalah satu tempat persembunyiannya di Aceh Utara. Setelah dikembangkan, polisi berhasil menangkap Sul alias Sal di Lhoknibong, Aceh Timur.

Saat itu polisi berhasil mengamankan senjata api jenis AK-56 bersama 64 amunisi dan jubah yang digunakan Nas saat berlangsung Upacara Deklarasi Kerajaan Islam Aceh. Nas dan Sul alias Sal tercatat sebagai warga Aceh Timur.

Kemudian petugas kembali mengembangkan kasus KKB di Aceh Timur dan akhirnya kembali menangkap ML alias AR, di Desa Seuneubok Teupin, Kec. Peureulak Timur, Aceh Timur, Minggu (17/2). Polisi mengklaim ML alias AR salah satu dari sejumlah nama yang dicari terkait kasus penembakan Bripka Anumerta Faisal di Aceh Utara.

Akibat melakukan perlawanan dan mencoba kabur, ML ditembak dan meninggal dunia. Saat penangkapan, petugas berhasil menyita senjata api jenis FN bersama empat amunisi aktif dan golok serta barang bukti lainnya.

Baca Juga: Terkuak, Fakta Amuk Massa hingga Bakar Mapolsek Bendahara

Kisah Ahyar, Dijemput Sehat Pulang Jadi Mayat

Misteri Kematian Johansyah, Buronan Bersenjata di Aceh