Home / BERITA TERBARU / Studi: Stres Picu Kanker pada Perempuan

Studi: Stres Picu Kanker pada Perempuan

KLIKKABAR.COM, JAKARTA  – Studi terkini yang dipublikasikan di Journal of Clinical Investigation menegaskan bahwa stres memicu pertumbuhan kanker yang cepat, terutama yang mengalami kecemasan dan depresi.

Studi yang dilakukan peneliti dari Institute of Cancer Stem Cell di Dalian Medical University di China menemukan bahwa stres dan depresi berat mendorong pelepasan hormon yang dikenal sebagai epinefrin, yang memicu reaksi biokimia yang mendorong pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara.

“Kami menemukan reaksi sel induk kanker terhadap stres melalui tes pada tikus yang melibatkan sel kanker payudara pada hewan dan manusia. Tim kami membuat tikus stres terlebih dulu untuk membuktikan pertumbuhan sel kanker,” ujar Quentin Liu selaku ketua peneliti, dikutip dari suara,  Jumat (22/2/2019).

Peneliti menganalisis dasar-dasar biokimia yang menyebabkan stres untuk meningkatkan pertumbuhan kanker. Peneliti menemukan bahwa kadar epinefrin pada tikus yang mengalami stres mendorong pertumbuhan tumor yang lebih cepat.

“Hormon stres ini memicu pelepasan enzim yang disebut laktat dehidrogenase yang meningkatkan aktivitas gen penyebab kanker,” kata Liu seperti dilansir dari Medical Daily.

Untuk mengonfirmasi bagaimana penelitian ini juga berlaku pada manusia, Liu dan tim mengukur epinefrin dalam darah dari 83 pasien kanker payudara. Perempuan dengan hormon stres dalam level yang tinggi juga diketahui memiliki tingkat dehidrogenase laktat pengaktif kanker yang tinggi dalam jaringan kanker payudara yang dibiopsi.

Dalam tes terpisah, tim menemukan bahwa vitamin C menekan produksi dehidrogenase laktat ketika disuntikkan ke tikus yang stres. Mereka juga menemukan bahwa vitamin C membantu mengurangi ukuran tumor.

“Kami menemukan bahwa konsumsi vitamin C di saat stres dapat menurunkan risiko pertumbuhan sel kanker payudara pada responden. Kami membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendukung temuan ini,” tandas dia.