Home / BERITA TERBARU / Mengintip Markas Jamaah Tabligh di India

Mengintip Markas Jamaah Tabligh di India

Penulis dan Dr. Muzailin Affan berfoto bersama Penjaga Masjid. [Foto;Ist]

Oleh: Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A[Penerima Hibat Riset dan Anggota Tim Market Intelligence BPPK Kemlu RI Tahun 2018. Dosen Prodi Hubungan Internasional FISIP Universitas Almuslim]

Desember 2018, dengan pendanaan dari Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri RI (BPPK Kemlu RI), penulis bersama Dr. Ichsan (Dosen Universitas Malikussaleh, Aceh Utara) dan Dr. Muzailin Affan (Dosen Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh ) melakukan kunjungan ke Kota Chennai.

Kunjungan ini dalam rangka melakukan identifikasi dan kajian peluang kerjasama perdagangan antara Aceh dan Kepulauan Andaman & Nicobar dan Chennai. Sebelum ke Chennai, tim peneliti terlebih dahulu mengunjungi Port Blair dan Pulau Havelock di Kepulauan Andaman & Nicobar, India. Kepulauan ini berada di utaranya Pulau Weh di Aceh, yang justru letaknya lebih dekat ke Aceh daripada dengan India daratan.

Kami bersyukur dapat mengunjungi sejumlah kota di India, dan dapat merasakan dan melihat langsung sisa-sisa kebesaran Kekaisaran Mughal. Kekaisaran Islam di abad ke-16-18 yang menguasai daratan Asia Selatan yang meliputi India, Bangladesh, dan Pakistan.

Sungguh luar biasa! Salah satu peninggalan agungnya yang sangat terkenal adalah Taj Mahal di Kota Agra. Sebuah kompleks bangunan dan taman yang dibangun oleh Kaisar Shah Jahan pada Abad ke-17. Di dalam kompleks ada bangunan berukuran besar, bermarmer putih yang menjadi Musoleum terbesar di dunia yang diperuntukkan untuk istri ketiga Shah Jahan, Mumtaz Mahal yang meninggal dunia ketika melahirkan putrinya. Mumtaz Mahal merupakan istri yang paling dicintainya. Kompleks bangunan tersebut telah menjadi situs warisan dunia, Unesco.

India saat ini memiliki jumlah penduduk sekitar 1,32 miliar. Merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Di tengarai pada 2030 bakal menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Dalam data proyeksi pertumbuhan populasi agama di India, diprediksi pada 2050 India bakal menjadi negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, yang akan menggeser posisi Indonesia. Jumlah Umat Islam akan mencapai lebih 300 juta, tumbuh begitu pesat di tengah Negara yang mayoritasnya beragama Hindu (Pew Research Center 2018 dalam Laporan BPPK Kemlu RI 2018).

Gairah Islam di India begitu terasa. Dalam setiap kunjungan ke India, penulis melihat banyak penumpang pesawat dari kelompok Jamaah Tabligh, salah satu kelompok Islam trans-Nasional. Dari mulai mengurus visa di Konsulat India di Medan hingga naik pesawat, di ruang tunggu bandara via Kuala Lumur banyak sekali dijumpai kelompok Jamaah Tabligh dari beberapa Negara dengan tujuan ke New Delhi.

Biasanya dari New Delhi, mereka akan melanjutkan dakwah ke sejumlah negara di Asia Selatan bahkan ke seluruh penjuru dunia. New Delhi, tempat persinggahan karena di sana terdapat Markas Nizamuddin, yang merupakan pusat Jamaah Tabligh sedunia. Ciri-ciri mereka, berjenggot tebal (umumnya panjang), memakai jubah putih panjang dan celana di atas mata kaki. Umumnya di dahi mereka ada bekas sujud (warna hitam). Mereka adalah jamaah yang ramah dan mudah tersenyum.

Chennai yang sebelumnya bernama Madras, adalah kota terbesar keempat di India. Besar kotanya seperti Kota Makassar dengan jumlah penduduk sekitar 9 jutaan (tahun 2017 dalam Indiapopulation2018.in). Ibukota Negara Bagian Tamil Nadu ini terkenal sebagai kota perdagangan, kota industri otomotif, dan kota pelabuhan. Urban planning kotanya tertata dan bersih.

Dalam kunjungan ke Chennai kami terkesan dengan keramahan penduduknya. Relatif mudah untuk menemukan restoran Muslim dan masjid di sana. Ada sekitar seratusan mesjid. Populasi Muslim menduduki peringkat kedua terbesar (sekitar 10 persen) setelah penganut Agama Hindu (kondisi yang sama dengan Tamil Nadu).

Dalam kegiatan penelitian di luar negeri, tim peneliti berusaha untuk dapat meluangkan waktu shalat di masjid. Di Chennai kami bersyukur dapat menunaikan shalat dzuhur di Nawab Fazeelathunnisa Begum Sahiba Masjid. Umumnya orang menyebutnya dengan Masjid Endowment. Masjid ini beralamat di Jalan Anna Salai No.796/419, Anna Nagar, Nandanam. Selama di Chennai kami dipandu oleh Nasir, Mahasiswa Indonesia asal Sumatera Utara yang sedang menuntut ilmu di Aligarh Muslim University. Keberadaan Nasir di Chennai dalam rangka magang di Indonesian Trade Promotion Center.

Masjid Nawab Fazeelathunnisa Begum Sahiba merupakan masjid bersejarah yang diwakafkan oleh Nawab Fazilathunnissa Begum Sahiba pada 30 Januari 1877. Ukuran masjid ini terbilang besar dan berwarna putih. Dinding depan dilapisi marmer berwarna hitam. Di dinding halaman masjid dekat pintu masuk, ada papan berwarna hijau yang bertuliskan “Nawab Fazeelathunnisa Begum Sahiba Masjid & Endowment (Waqf), Nawab Fazeelathunnisa Begum Sahiba Masjid Arabic School, Deeniyath & Hifz Madrasa.” Di masjid ini juga ada sekolah dan pengajaran bahasa Arab.

Di dekat pintu masuk ada seorang penjaga berkopiah, yang bernama Muhammad. Kami berkenalan dan foto bersama. Di dinding ada tulisan “Namaaz Timings.” Ia senang mengetahui bahwa kami berasal dari Indonesia. Melewati pintu masuk kami menuruni anak tangga menuju ke tempat wudhu. Setelah itu kami shalat berjamaah. Shaf-shaf dipenuhi para jamaah dengan lantai permadani tebal berwarna merah. Suasana di dalam masjid terasa begitu nyaman dan tenang. Kami bersyukur berkesempatan shalat di masjid bersejarah ini.