Home / ACEH / Sandiaga Uno: Tidak Boleh Kampanye di Pesantren

Sandiaga Uno: Tidak Boleh Kampanye di Pesantren

Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan sambutan saat menggelar silaturrahmi di Ponpes Bustanul Huda di Aceh Timur Minggu (3/2/2019). (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa ia tidak mau mengotori pesantren dengan cara melakukan aktivitas kampanye di lingkungan pesantren atau dayah.

Hal itu dikatakan Sandiaga yang juga Calon Wakil Presiden nomor urut 2 itu saat menghadiri Muzakarah Ulama Ke VII yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Bustanul Huda di Desa Alue Cek Doi, Kec. Julok, Kab. Aceh Timur, Provinsi Aceh, Minggu (3/2/2019).

Setibanya disana, Sandiaga yang datang bersama Ketua Partai Aceh (PA) H. Muzakir Manaf dan Ketua Gerindra Aceh Ir H. TA Khalid langsung disambut dengan prosesi Peusijuek (tepung tawar) yang dilakukan langsung oleh Pimpinan Ponpes yang juga salah satu ulama kharismatik Aceh, Tgk H.M Ali atau Abu Paya Pasi.

“Saya diberitahu oleh Muzakir Manaf (Mualem) bahwa disini ada pertemuan para Ulama Aceh dan banyak jamaah. Jadi, tujuan saya kesini memang untuk bersilaturrahmi bukan (untuk) kampanye,” kata Sandiaga di hadapan ribuan jamaah yang hadir memadati lokasi acara.

Baca Juga: [Foto] Kunjungan Sandiaga Uno ke Aceh Timur

Momen unik terekam saat Sandiaga bertanya kepada jamaah perihal tentang utang. Ia bertanya, apakah ada masyarakat yang menanggung utang dan ia juga berdoa supaya masyarakat di tahun 2019 ini segera bisa menyelesaikan semua utangnya. Namun belum habis ia menyelesaikan ucapannya, jamaah sontak berteriak ganti Presiden.

“Hehehe, teriak ganti Presiden saja. Tujuan saya kesini bukan untuk berkampanye,” ujar Sandiaga sambil tertawa.

Sandiaga menambahkan bahwa ia merasa senang dan bahagia dalam kunjungannya ke Aceh kali ini, selain bisa menikmati keindahan alam via jalur darat, ia juga bisa menyapa dan bertemu langsung dengan para ulama serta jamaah yang hadir.

Di sisi lain ia juga menyinggung soal Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan berlangsung pada April 2019 mendatang. Ukhuwah Islamiyah dikatakannya merupakan salah satu aspek penting yang harus dijaga agar jangan sampai rusak jelang pesta demokrasi nantinya.

“Soal siapa Presiden terpilih nanti tentu sudah ada ketentuan Nya. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa,” tutup Sandiaga.

Baca Juga: Salah Kaprah Tari Saman

6 Peraturan di Aceh yang Bikin Heboh

Terlilit Hutang, Janda 5 Anak di Aceh Edar Ganja