Home / BERITA TERBARU / Helsinki Kota Tanpa Pengemis

Helsinki Kota Tanpa Pengemis

Warga Helsinki. [Foto: Internet]

KLIKKABAR.COM, HELSINKI – Di Helsinki gelandangan atau pengemis hampir tidak ada karena sebuah terobosan kebijakan pemerintah. Tidak ada orang yang tidur di jalan dan tidak ada seorangpun mengemis.

“Saat saya masih anak-anak saya ingat terdapat ratusan atau bahkan ribuan orang yang tidur di taman dan hutan,” kata Wakil Wali Kota Helsinki, Sanna Vesikansa dikutip dari BBC, Minggu (3/2/2019).

“Terlihat jelas, tetapi sekarang tidak ada lagi. Tunawisma di jalan tidak ada lagi di Helsinki.”

Dalam 30 tahun terakhir, mengatasi tunawisma menjadi pusat perhatian pemerintah di Finlandia. Sejak tahun 2007, pemerintah setempat menerapkan kebijakan “Perumahan Lebih Dulu.” Sederhananya, ini memberikan kesempatan kepada gelandangan untuk memiliki rumah secepat mungkin.

Melalui proram ini, mereka mendapatkan bantuan dan dukungan yang diperlukan. Mungkin dalam bentuk mendukung orang yang berusaha mengatasi kecanduan, membantu mereka menguasai keterampilan baru atau membantu mereka mendapatkan pelatihan, pendidikan atau pekerjaan.

Salah satu orang yang merasakan manfaaat dari program ini adalah Thomas Salmi yang menjadi tunawisma di umur 18 tahun dan harus meninggalkan panti asuhan.

Dia tinggal di pinggir jalan-jalan Helsinki selama tiga tahun di mana suhu rata-rata saat bulan musim dingin pada Februari sekitar -7C.

“Ketika Anda kehilangan semuanya, itu sudah tidak masalah lagi,” katanya. “Anda memikirkan bunuh diri, apakah saya akan meninggal? Apakah aman?

“Dingin, terutama di tengah-tengah musim dingin. Jika Anda tidur di luar, Anda akan meninggal.”

Dalam dua tahun terakhir, Thomas memiliki rumah susunnya sendiri di kompleks besar yang dijalankan Helsinki Deaconess Institute (HDI), salah satu organisasi yang menyediakan akomodasi untuk warga Finlandia yang tunawisma.

Sekarang pada usia 24 tahun, HDI telah membantu perubahan kehidupannya. Dia biasa minum alkohol berlebihan saat masih tinggal di jalan, tetapi sekarang Thomas hanya minum pada akhir minggu.

Lewat program perumahan, tawaran tempat tinggal adalah sebuah keharusan. Bahkan jika seseorang masih menggunakan narkoba dan menyalahgunakan alkohol, mereka masih diizinkan tinggal di rumah rusun, selama mereka tetap kontak dengan para petugas.