Home / BERITA TERBARU / Bahaya Upload Boarding Pass di Medsos

Bahaya Upload Boarding Pass di Medsos

Ilustrasi boarding pass.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Salah satu yang paling sering diunggah oleh penumpang di medsos adalah foto boarding pass. Mengunggah atau membagikan foto atau video pengalaman pribadi di media sosial adalah hal yang sah dan menjadi cara yang baik untuk unjuk diri.

Namun, membagikan boarding pass di media sosial adalah awal dari hal buruk yang mungkin saja bisa terjadi. Ketika membagikan foto boarding pass di media sosial, bukan hanya membagikan soal nama dan destinasi.

Namun juga beberapa hal penting dan sensitif yang tersimpan di boarding pass. Informasi di boarding pass termasuk dalam tiket, konfirmasi pemesanan yang diperoleh melalui aplikasi seluler, hingga email data tiket memungkinkan data pribadi bisa diakses oleh siapapun. Sebenarnya informasi atau data apa saja yang ada di dalam boarding pass?

Melalui boarding pass akan terlihat loyalitas sebagai penumpang dengan maskapai penerbangan atau kartu frequent fyler. Dalam beberapa kasus, nomor atau nama pemegang kartu memungkinkan orang lain untuk masuk ke profil pribadi di situs maskapai untuk melakukan check in online.

Data yang tersembunyi dalam boarding pass mencakup Passenger Name Record atau PNR. Ini merupakan kode reservasi yang berfungsi sebagai pengenal unik penumpang dalam sistem reservasi komputer. Data yang tersimpan dalam PNR mencakup rute penerbangan, tarif, informasi pembayaran, nomor telepon penumpang, detil akomodasi, tanggal lahir, hingga data paspor.

Dengan banyaknya data yang tersimpan di boarding pass, memungkinkan juga berbagai tindakan kriminal yang mungkin terjadi. Terutama terhadap setiap data pribadi kita. Berikut beberapa tindakan kejahatan yang mungkin terjadi jika membagikan boarding pass di media sosial seperti dilansir dari Fimela, Senin (7/1/2019).

Berdasarkan nomor penerbangan, akan terlihat waktu pergi dan kembali. Maka para pelaku kejahatan akan mengetahui kapan rumah kosong untuk melakukan aksi kriminal, seperti pencurian.

Pengaturan tempat duduk dapat diatur. Hanya dengan data di boarding pass, orang asing bisa mengacak pengaturan nomor kursi. Selain itu, tanggal penerbangan juga bisa diubah.

Hal ini disebabkan pelaku kejahatan sudah menelepon ke maskapai penerbangan dengan mengonfirmasi semua data penumpang. Kemudian meminta untuk pembatalan tiket.

Semua data di PNR bisa digunakan untuk melakukan trik rekayasa sosial dan akses menuju profil penumpang. Setelah mendapatkan akses, pelaku mungkin saja menghabiskan bonus yang dimiliki. Jika PNR mencakup nomor telepon, bisa menjadi kesempatan untuk melakukan duplikasi SIM.