Home / BERITA TERBARU / Sering Berbohong Beresiko Depresi

Sering Berbohong Beresiko Depresi

Ilustrasi karyawan.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Orang yang sering berbohong berisiko terkena penyakit. Faktanya, semua orang pernah berbohong dalam wujud kebohongan besar maupun kebohongan kecil dan disadari atau tidak.

Namun ada beberapa orang yang termasuk sebagai pembohong ulung, dan rentan terkena penyakit. Berdasarkan sebuah penelitian, terungkap fakta kalau dalam satu minggu rata-rata seseorang bisa melakukan  11 kali kebohongan.

Padahal akibat perbuatan tak terpuji itu, orang yang berbohong berisiko terkena beberapa penyakit seperti dikutip dar popular, Kamis (3/1/2019).

Dilansir dari healthmeup, ada beberapa gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat sering berbohong, seperti sakit punggung, sakit kepala, depresi, pilek, kekebalan tubuh menurun, kecanduan yang tak sehat, meningkatkan risiko obesitas dan kanker.

Tubuh secara alami memiliki alarm yang bisa mendeteksi apakah seseorang sedang berbohong atau tidak.

Bagaimana kerja alarm itu?

Alarm yang dimaksud tersebut berupa tekanan yang muncul secara perlahan dan bisa membuat seseorang stres, akibatnya akan muncul keringat dingin.

Stres ini secara tidak langsung juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Kesimpulan yang bisa diambil dari hasil penelitian ini adalah ketimbang berbohong sebaiknya memang mengatakan hal yang sebenarnya meski bisa membuat orang lain marah atau kecewa.

Ibaratnya itu seperti pil pahit yang menyehatkan tubuh, ketimbang memilih berbohong yang kesannya terdengar manis, tapi justru bisa menimbulkan banyak penyakit.