Home / ACEH / Polisi Ringkus Sindikat Penculikan Satu Keluarga

Polisi Ringkus Sindikat Penculikan Satu Keluarga

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro didampingi Wakapolres Kompol Warosidi, Kasat Reskrim AKP Erwin SW dan Kasat Intelkam AKP Suryo SD saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu (2/1/2019). (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Tim Gabungan Jatanras Polda Aceh, Polres Aceh Timur, Polres Bireun dan Polres Lhokseumawe berhasil membebaskan korban penculikan pasangan suami istri dan dua anaknya yang masih kecil, Senin (31/12/2018).

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro didampingi Wakapolres Kompol Warosidi dan Kasat Reskrim AKP Erwin Satrio Wilogo dan Kasat Intelkam AKP Suryo Sumantri Darmoyo saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat menjelaskan, korban yang berhasil dibebaskan yakni Irwan dan Meta Isna bersama kedua anaknya, Naila Zahratul (2 tahun) dan MA Harun (7 bulan).

Penculikan satu keluarga ini bermula dari laporan Ratna Dewi (49), Gampong Sungai Pauh Pusaka, Kota Langsa ke Polres Aceh Timur pada Jum’at (28/12) dan menyatakan bahwa anggota keluarganya telah diculik oleh pria bernama Abu Yan (40).

Baca Juga: Ini Motif Penculikan Satu Keluarga di Aceh Timur

“Istri korban sempat mengirimkan pesan singkat kepada orangtuanya, perihal penculikan yang dilakukan oleh pelaku sembari meminta tebusan Rp100 juta,” jelas Wahyu.

Dari hasil penyelidikan kemudian diperoleh informasi korban dan keluarganya berada di wilayah hukum Polres Lhokseumawe dan Polres Bireuen dan pada Senin (31/12) keberadaan para korban ditemukan selamat, dalam kondisi kaki dirantai di sebuah rumah milik istri pelaku di kawasan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.

“Selain berhasil membebaskan korban, Tim Gabungan juga berhasil mengamankan para pelaku diantaranya Abu Yan (45), T. Lala Sofyan Najib (45) warga Sungai Raya, Aceh Timur dan Dika (24) warga Ketol, Aceh Tengah,” sebut Wahyu.

Hingga saat ini, polisi dikatakan Wahyu masih terus memburu 2 pelaku yang berhasil melarikan diri. Sementara untuk motif penculikan, sementara diduga karena kasus penipuan yang dilakukan oleh korban.

“Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis karena melanggar Pasal 328 Jo Pasal 333 Jo Pasal 368 KUHP dan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun,” pungkas AKBP Wahyu Kuncoro.

Baca Juga: 3 Polisi di Aceh Timur Dipecat

Toke Lembu di Aceh Timur Diculik Pria Bersenjata

Kisah Ahyar, Dijemput Sehat Pulang Jadi Mayat