Home / ACEH / Da’i Aceh Terlambat

Da’i Aceh Terlambat

Ketua Relawan Pendukung Prabowo (RPP) Aceh, Don Muzakir saat mendampingi Cawapres Sandiaga Uno di Pasar Peunayong, Banda Aceh beberapa waktu lalu. (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Terkait wacana Da’i Aceh yang mengusulkan test baca Al-Qur’an bagi Capres-Cawapres, tim Prabowo-Sandi di Provinsi Aceh menilai usulan tersebut sudah terlambat.

Mengingat seluruh tahapan dan persyaratan untuk menjadi capres dan cawapres sudah tuntas jauh hari sebelumnya.

“Saya kira Da’i Aceh terlambat menyadari hal tersebut, semua tahapan sudah selesai, sehingga usulan test baca Al-Qur’an bagi yang diusulkan, lebih kepada sensasi, dan tidak tertutup kemingkinan wacana ini ditopang oleh beragam kepentingan,” ujar Don Muzakir, Ketua Relawan Pendukung Prabowo (RPP) Aceh.

Don menambahkan, untuk test baca Al-Qur’an bukan soal uji nyali siapa yang lebih fasih atau memahami tajwid, namun ini menyangkut sikap setelah test selesai dilaksanakan. Tentunya tidak akan mengubah apapun terhadap ketentuan yang telah diputuskan sebelumnya.

Lagi pula tambahnya, masyarakat sudah mengetahui tentang tinggkat kefasihan kedua calon, bahkan calon yang satu sudah mengakui kekurangannya disegi agama, namun yang satu lagi meskipun tidak mengakui secara terbuka, Da’i Aceh dirasa sudah dapat mengukur tingkat pemahamannya terhadap Al-Qur’an oleh para kontestan Pilpres mendatang.

“Saya rasa meskipun tidak  dibuat test, Da’i Aceh sudah bisa mengukur tingkat pemahaman kedua capres, bahkan salah satu calon sudah terlihat, dari bahasa arab yang lazim disebutkan saja banyak yang salah,” ucap Don Muzakir dengan nada canda.

“Masalahnya sekarang kaum agamais mendukung negarawan, itukan kesan yang tersirat dari beberapa kali ijtima’ yang dilakukan dengan berkumpulnya jutaan agamais,” tutup Don Muzakir. []