Home / ACEH / Fraksi PA Usulkan Peringatan Tsunami Sebaiknya Libur Bersama

Fraksi PA Usulkan Peringatan Tsunami Sebaiknya Libur Bersama

Iskandar Usman Al-Farlaky (Foto: Dok Pribadi)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH—Peringatan tsunami yang jatuh setiap tanggal 26 Desember di Aceh disarankan untuk menjadi hari libur bersama di seluruh Provinsi Aceh.  Selain itu, peringatan tsunami juga diminta untuk dinaikkan bendera setengah pada kantor- kantor pemerintah dan rumah penduduk, untuk mengenang tragedi tsunami sebagai tanda berkabung bagi rakyat Aceh.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, saat menyampaikan pendapat akhir fraksi pada sidang paripurna-3 masa persidangan IV, 28 Desember 2018.

“Tsunami Aceh merupakan yang terparah. Lebih kurang 170 ribu nyawa melayang. Ini juga sejarah kelam bagi kita semua. Patut kita peringati sebagai bentuk rasa berkabung,” sebutnya.

Politisi muda di DPRA ini mengatakan, beberapa waktu yang lalu rakyat Aceh kembali memperingati musibah gempa dan tsunami Aceh yang ke-14. Karena itu, tambah Iskandar,  momentum peringatan tsunami Aceh untuk terus bangkit berbenah diri di berbagai sektor pembangunan.

”Fraksi kami  berharap kepada saudara Plt. Gubernur Aceh untuk menjadikan tanggal 26 Desember sebagai hari libur daerah, sebagai upaya agar penerus bangsa ini tidak melupakan sejarah bencana tsunami itu,” tandasnya.

Kecuali itu, Iskandar dalam pidatonya juga menyatakan, peringatan tsunami sebaiknya juga kita tandai dengan penaikan bendera setengah tiang di seluruh penjuru Aceh, sebagai bentuk duka/berkabung terhadap seluruh rakyat Aceh yang meninggal dunia. “Program ini sejatinya menjadi agenda utama bagi Pemerintah Aceh. Pemerintah Aceh jangan abai terkait hal yang kami ingatkan ini. Jika abai dan pura- pura lupa, maka kita sudah menghilangkan memori sejarah untuk puluhan tahun di masa yang akan datang,” ujarnya.

Artinya, sambung Al-Farlaky, jika abai, maka  kita telah mengkhianati sejarah yang ada. Pihaknya meminta juga supaya kurikulum sejarah tsunami Aceh yang sesudahnya itu ditandai dengan jeda perang antara GAM dengan Pemerintah Indonesia berakhir damai, untuk bisa menjadi muatan lokal pendidikan di sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di Aceh.

“Beberapa waktu yang lalu musibah yang sama juga dirasakan oleh saudara-saudara kita di perairan Sunda yang meliputi Banten dan Lampung Selatan. Fraksi Partai Aceh mengucapkan rasa duka yang mendalam atas musibah disana,” pungkas Iskandar. (zul)