Home / ACEH / KPI Wilayah Aceh Bekali Caleg Perempuan

KPI Wilayah Aceh Bekali Caleg Perempuan

Ist

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Koalisi perempuan Indonesia (KPI) Wilayah Aceh membekali para caleg perempuan yang ada di Aceh guna meraup suara terbanyak dalam Pileg yang akan berlangsung tahun 2019 mendatang. Kegiatan itu digelar untuk memberikan peningkatan kapasitas dan juga menyusun strategi pemenangan bersama 22 orang caleg perempuan dari berbagai partai.

Pelatihan tersebut berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, berlangsung selama tiga hari, sejak 20-22 Oktober 2018.

Sekretaris Koalisi perempuan Indonesia (KPI) Wilayah Aceh Evani Clara, mengatakan tujuan pelatihan itu agar para caleg perempuan baik di kabupaten/kota, provinsi dan nasional memahami dan mengim plementasikan gagasan perubahan kebijakan Perlindungan Sosial terutama melihat tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Khususnya Aceh, melihat bagaimana pemenuhan hak atas kesehatan bagi perempuan, ditinjau dari program Jaminan kesehatan Aceh yang menyatu dengan Jaminan Kesehatan Nasional,” ujarnya.

Koalisi perempuan Indonesia berharap dengan pelatihan ini para caleg perempuan akan bertambah kapasitasnya, semakin besar loyalitasnya terhadap masyarakat terutama perempuan.

“Kedepan caleg –caleg perempuan juga mampu menyusun strategi bersama sesama caleg perempuan dalam memenangkan caleg perempuan di pemilu 2019,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Caleg DPRA dari PPP Dapil 10, Husniati Bantasyam berjanji akan memperjuangkan sepenuhnya hak-hak perempuan jika diberi kesempatan menduduki kursi parlemen Aceh kedepannya. Mengingat selama ini begitu banyak kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Saya ingin memperjuangkan hak kaum perempuan di parlemen nanti,” tegasnya.

Hal senada juga diutarakan Caleg DPRA dari Partai Demokrat Dapil I, Hj Nurhanifah. Ia mengaku memiliki niat besar untuk memberikan kepedulian penuh kepada perempuan yang memang selama ini begitu jarang tersentuh secara maksimal. Apalagi memang saat ini sangat sedikit perempuan duduk di kursi legislatif.

“Saya berniat besar memperjuangkan hak-hak perempuan yang belum tersentuh selama ini. Dan nantinya jika terpilih saya ingin juga memajukan UMKM di setiap desa untuk meningkatkan ekonomi ibu-ibu,” ujarnya.

Sementara itu, Presedium Nasional Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Destika Gilang Lestari mengungkapkan saat ini ada hal yang perlu diperjuangkan perempuan, terutama atas kasus pelecehan seksual yang tidak bisa ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan seperti yang tertera dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018.

“Berdasarkan data, tingkat kekerasan perempuan cukup tinggi, tapi berdasarkan Perpres tidak ditanggung apapun oleh BPJS, mulai dari visum hingga proses pengobatan lainnya,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Gilang, persoalan ini juga menjadi salah satu langkah yang paling penting diperjuangkan kaum perempuan di parlemen, sehingga masyarakat khususnya perempuan tidak tertimpa musibah dua kali, setelah menjadi korban kekerasan kemudian mereka harus menanggung biaya pengobatannya lagi.