Home / ACEH / Kuburan Massal Tsunami di Pulau Banyak Luput Perhatian Pemerintah

Kuburan Massal Tsunami di Pulau Banyak Luput Perhatian Pemerintah

Istimewa

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH- Tsunami yang menerjang Aceh pada 26 Desember 2004 silam menyebabkan ratusan ribu nyawa melayang, jutaan rumah dan bangunan hancur.

Gempa berkekuatan 9,0 Skala Richter ini menjadi bencana tersebar pada abad ke-21. Selain Aceh, pada waktu yang sama tsunami juga menerjang Khao di Thailand, sebagian Sri Lanka dan India.

Di Aceh, ratusan ribu jenazah bergelatakan di jalanan, tak sedikit pula yang hanyut terbawa air.

Dari sekian banyak yang hanyut, sekitar 97 jenazah terbawa arus ke selatan Aceh, tepatnya ke Kepulauan Banyak, Kab. Aceh Singkil.

Mayat yang diperkirakan dari Meulaboh, Kab. Aceh Barat itu muncul hanyut di perairan Pulau Banyak setelah bencana besar itu terjadi.

Saat itu, masyarakat setempat yang melihat jenazah terapung-apung di lautan langsung melakukan evakuasi dan kemudian menguburkan secara massal di Pulau Baguk, Kec. Pulau Banyak.

Ini dilakukan karena banyak jenazah yang tidak memiliki identitas. Sementara tiga jenazah yang memiliki identitas dikuburkan secara terpisah.

Di kecamatan tersebut terdapat dua Pulau Baguk, satu daratan yang berpenghuni, satu lagi kepulauan yang tidak berpenghuni. Adapun jenazah korban tsunami tersebut dimakamkan di daratan tak berpenghuni.

“Yang ada identitas itu dari TNI, karena ketahuan identitasnya dari baju yang jenazah pakai,” kata Kepala Desa Pulau Baguk, Hardy, Rabu (26/12/2018).

Dari jumlah itu, kata Hardy, dua di antaranya sudah diambil keluarga, sementara satu tersisa tetap dikuburkan di lokasi tersebut, namun terpisah.

“Tapi sering juga keluarganya berziarah kesitu,” ujarnya.

Meski sudah berusia 14 tahun, kuburan massal ini luput dari perhatian pemerintah. Diakui Hardy, lokasi kuburan massal itu hanya pemugaran biasa saja yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

“Kita bersihkan pakai dana kita sendiri. Soalnya selama ini tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah setempat,” kata Hardy.

Dia berharap, lokasi itu bisa dijadikan wisata religi, karena seperti diketahui Pulau Baguk juga bagian dari gugusan kepulauan yang ada di Pulau Banyak.

“Jadi bisa dijadikan destinasi wisata bahari sekaligus religi,” jelas Hardy. []