Home / ACEH / Pembunuh Gajah Bunta Dituntut 4,6 Tahun Penjara

Pembunuh Gajah Bunta Dituntut 4,6 Tahun Penjara

Petugas BKSDA Aceh sedang melihat bangkai Bunta, gajah jinak Sumatera yang ditemukan mati di CRU Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (10/6/2018). (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur menuntut hukuman 4 tahun 6 bulan penjara terhadap dua terdakwa kasus pembunuhan gajah Bunta.

Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Amiruddin dan Alidin digelar pada Selasa (18/12/2018) sore di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur.

Dalam tuntutannya, JPU menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara 4 tahun 6 bulan dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan karena melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf a jo. Pasal 40 ayat 2 UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Baca: Dua Pembunuh Bunta Ditangkap

Majelis Hakim yang diketuai oleh Irwandi, SH dan hakim anggota Khalid, SH serta Andy Efendi, SH, para terdakwa juga dipersilakan menggunakan hak esepsinya (pembelaan) terkait segala tuntutan yang telah diajukan oleh JPU.

“Ini kesempatan para terdakwa untuk melakukan pembelaan atas tuntutan jaksa,” kata Irwandi.

Sidang pembacaan tuntutan terhadap 2 terdakwa Pembunuh gajah jinak Bunta di PN Idi, Aceh Timur, Selasa (18/12/2018). (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

Terdakwa Amiruddin alias Bakwan disebut berkelakuan baik selama persidangan. Sedangkan Alidin, enggan memberikan keterangan dan menyatakan sama sekali tidak mengetahui perkara tersebut sehingga tidak memberikan komentar apa-apa.

“Dua saksi untuk meringankan salah satu terdakwa (Alidin) telah kita hadirkan sebelumnya di persidangan. Ini untuk membuktikan bahwa Alidin sama sekali tidak terlibat dalam kasus ini,” kata Penasehat Hukum Alidin, Tgk. Indra Kusmeran kepada Klikkabar.com usai persidangan, seraya menyatakan akan mempersiapkan pembelaan Alidin pada sidang selanjutnya.

Pada Sabtu (9/6) lalu, Bunta ditemukan mati dengan kondisi yang mengenaskan di areal Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Kab. Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Diduga kuat ia dibunuh dengan cara diracun untuk diambil gadingnya. Bunta merupakan gajah jinak berjenis kelamin jantan yang ditempatkan di CRU Serbajadi sejak tahun 2016 silam.

Polisi akhirnya berhasil menangkap Amiruddin dan Alidin pada (29/6) serta ikut mengamankan gading Bunta yang belum sempat dijual oleh pelaku.

Baca Juga: 7 Fakta Bunta, Gajah Jinak yang Mati di Aceh Timur

Saksi Ahli: Gajah Bunta Mati Akibat Diracun

Kasus Gajah Bunta: Alidin Diyakini Tak Terlibat