Home / BERITA TERBARU / 8 Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Maya

8 Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Maya

Ilustrasi kekerasan.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Kasus kekerasan terhadap perempuan terus bertambah. Seiring majunya teknologi, kekerasan mengalami perkembangan dengan munculnya tren-tren baru.

Ketika kasus kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga, ruang lingkup pendidikan, tempat kerja, dan juga kawasan umum belum juga terselesaikan, muncul tren kekerasan terhadap perempuan di dunia maya.

Akhir 2017, Komnas Perempuan mencatat 65 kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya. Kasus-kasus tersebut dilaporkan oleh para korban langsung ke Unit Pengaduan untuk Rujukan (UPR) Komnas Perempuan. Bentuk kekerasan yang dilaporkan pun beragam.

Komnas Perempuan mencatat  pelaku kekerasan adalah orang-orang terdekat misalnya pacar, mantan pacar, dan suami korban. Banyak juga pelaku orang jauh atau pihak lain yakni kolega, supir transportasi online, bahkan oleh orang yang tidak dikenal alis anonim.

Dari 65 kasus tersebut, mayoritas korban dari Jabodetabek dan kota-kota besar di Indonesia. Namun, beberapa korban kasus juga melibatkan orang asing yang berlokasi di luar negeri.  berikut ini 8 kekerasan terhadap perempuan di dunia maya disalin dari Fimela.com,

Dari pengaduan yang diterima Komnas Perempuan, tercatat ada 8 jenis kekerasan terhadap perempuan di dunia maya.

1. Cyber grooming atau pendekatan untuk memperdaya,

2. Cyber harrashment atau pengiriman teks untuk menyakiti, menakuti, mengancam, dan mengganggu,

3. Hacking atau peretasan,

4. Illegal content atau konten ilegal,

5. Infringement of privacy atau pelanggaran privasi,

6. Malicious distribution atau ancaman distribusi foto/video pribadi,

7. Online defamation atau penghinaan/pencemaran nama baik,

8. Rekrutmen online.

Komnas Perempuan menyebutkan selama Februari-Desember 2017, kekerasan jenis rekrutmen, malicious distribution, llegal content, dan cyber harrashment memiliki jumlah kasus terbanyak.

Selain tren kekerasan terhadap perempuan di dunia maya, Komnas Perempuan mencatat beberap tren lain seperti tren kekerasan seksual.