Home / BERITA TERBARU / Membongkar Mitos Diabetes

Membongkar Mitos Diabetes

Ilustrasi | Foto: Womenofvoice

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Diabetes atau penyakit kencing manis adalah penyakit mematikan di Indonesia setelah stroke dan jantung. Jumlah penderitanya 10 tahun mendatang diprediksi meningkat 2-3 kali lipat.

Berikut ini mitos diabetes yang disalin dari klikdokter, Sabtu (15/12/2018) yang  dilansir dari laman Reader’s Digest,

1. Cuma dokter yang mengetahui gejala diabetes.

Faktanya, diabetes memiliki tanda-tanda peringatan dini. 25 persen penderita diabetes tak sadar bahwa mereka pengidap penyakit tersebut. Jika Anda menemukan tanda dan gejala di bawah ini, sudah sepatutnya Anda mewaspadai diabetes dan segera periksakan diri ke dokter.

>Merasa dehidrasi, bahkan ketika Anda sudah minum

>Minum lebih banyak cairan daripada biasanya

>Sering bolak-balik buang air kecil

>Merasa lelah dan lapar sepanjang waktu

>Kehilangan berat badan tanpa perubahan pola makan atau gaya hidup

2. Orang yang kurus aman dari diabetes.

Faktanya, menurut artikel di Harvard Health Publications, meski 85 persen orang dengan diabetes tipe 2 itu adalah orang yang obesitas, tetapi 15 persen sisanya adalah orang yang berat badannya tergolong normal. Jadi, anggapan bahwa orang kurus tak bisa kena diabetes itu salah.

3. Semua penderita diabetes perlu terapi insulin.

Faktanya, tidak semua orang dengan diabetes tipe 2 membutuhkan insulin untuk mengontrol gula darah, tergantung dari kondisi masing-masing penderita. Bahkan, obat-obatan lain, perubahan gaya hidup, dan olahraga teratur justru cukup untuk mengelola diabetes ketimbang terapi insulin. Kendati demikian, kondisi diabetes memang bisa berubah seiring berjalannya waktu.

4. Tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes.

Faktanya, ketika Anda memeriksakan kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal (tapi belum pada tingkat diabetes), diabetes masih bisa dicegah. Cara yang paling baik adalah dengan mengadopsi gaya hidup sehat.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), melakukan tes darah sederhana secara berkala dapat mengetahui apakah Anda memiliki kondisi prediabetes atau tidak.

5. Semua penderita diabetes menjalankan diet yang sama.

Faktanya, tidak ada ukuran diet yang sama untuk semua penderita diabetes. Untuk itulah tiap penderita diabetes perlu berkonsultasi kepada dokter dan ahli gizi untuk menyusun menu makan yang paling sesuai dengan kondisinya.

Ada banyak pola makan yang bisa membantu mengelola diabetes, termasuk diet Mediterania yang kaya akan biji-bijian, sayuran, lemak sehat, dan protein tanpa lemak.