Home / ACEH / Kasus Gajah Bunta: Alidin Diyakini Tak Terlibat

Kasus Gajah Bunta: Alidin Diyakini Tak Terlibat

Petugas BKSDA Aceh sedang melihat bangkai Bunta, gajah jinak Sumatera yang ditemukan mati di CRU Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (10/6/2018). (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Fakta baru nan mengejutkan datang dari persidangan kasus kematian gajah Bunta, setelah kehadiran dua saksi yang meringankan salah satu dari dua terdakwa kasus kejahatan satwa liar dilindungi itu.

Pada Sabtu (9/6) lalu, Bunta ditemukan mati dengan kondisi yang mengenaskan di areal Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Kab. Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Diduga kuat ia dibunuh dengan cara diracun untuk diambil gadingnya. Bunta sendiri merupakan gajah jinak berjenis kelamin jantan yang ditempatkan di CRU Serbajadi sejak tahun 2016 silam.

Keberadaan CRU Serbajadi bersama empat ekor gajah jinak yang ada disana, termasuk Bunta adalah untuk meminimalisir tingkat gangguan serta menggiring kawanan gajah liar yang kerap turun ke lahan penduduk, untuk kembali ke habitatnya.

Baca: Gajah Jinak Sumatera Dibunuh di Aceh Timur

“Dua saksi kita hadirkan untuk meringankan klien kita, Alidin. Di persidangan, mereka (saksi) mengisyaratkan bahwa salah satu terdakwa sama sekali tidak terlibat dalam perkara ini,” kata Kuasa Hukum Alidin, Tgk. Indra Kusmeran, SH, usai persidangan di PN Idi, Rabu (12/12).

Sidang lanjutan kasus gajah Bunta di PN Idi, Aceh Timur, Rabu (12/12/2018). (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

Dua saksi yang dihadirkan dalam persidangan yang yakni Said Mansur dan Ardiansyah. Di hadapan majelis hakim, setelah diambil sumpahnya, mereka menjelaskan bahwa Alidin pada Kamis (7/6) sore berangkat bersama kedua saksi dan tiga rekan lainnya ke kawasan hutan untuk mengambil madu dan bermalam disana.

Baca: Dua Pembunuh Bunta Ditangkap

Kemudian setelah selesai, mereka kembali ke Desa Bunin, Kec. Serbajadi, Aceh Timur pada Jum’at (8/6) sekitar pukul 08:30 WIB. Setelah sama-sama kembali ke rumah, Alidin kembali bertemu Ardiansyah di sebuah kios di Desa Bunin pada Jum’at (12/12) pukul 20:00 WIB.

“Malam itu, klien kami duduk bersama saksi Ardiansyah hingga tengah malam. Logikanya tidak mungkin dalam waktu bersamaan bersama terdakwa Amiruddin alias Bakwan melakukan aksi pembunuhan gajah bunta,” jelasnya.

Sidang lanjutan tersebut dipimpin oleh Irwandi, SH serta Khalid, SH dan Andy Efendy SH, sebagai hakim anggota. Sidang selanjutnya ditunda hingga Senin (17/12) mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan.

Baca Juga: 3 Saksi dan Gading Bunta Dihadirkan di Persidangan

Saksi Ahli: Gajah Bunta Mati Akibat Diracun

7 Fakta Bunta, Gajah Jinak yang Mati di Aceh Timur