Home / ACEH / Rumah Layak Huni untuk Jarot, Pria Mualaf di Aceh Timur

Rumah Layak Huni untuk Jarot, Pria Mualaf di Aceh Timur

Rumah Tidak Layak Huni milik M. Jarot Sitompul di Desa Lueng Sa, Kec. Madat, Kab. Aceh Timur. (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Memiliki sebuah rumah tentu menjadi keinginan setiap orang, terutama bagi yang sudah memiliki keluarga, lebih dari sekadar tempat berlindung dari panas dan hujan.

Namun, keterbatasan ekonomi terkadang menjadi penghalang utama bagi seseorang untuk memiliki sebuah rumah, yang dikatakan layak menjadi sebuah hunian bersama keluarga tercinta.

M. Jarot Sitompul (42), adalah salah satu dari sekian banyak contohnya. Warga Desa Lueng Sa, Kec. Madat, Kab. Aceh Timur, Provinsi Aceh ini telah lama mengidam-idamkan sebuah istana kecil sejak dia membina rumah tangga dengan Idawati. Namun, hingga pasangan suami istri ini dikaruniai 4 orang anak, harapan itu tak kunjung terwujud.

Pria kelahiran Buket Lawang, Sumatera Utara yang berprofesi sebagai petani ini merupakan seorang mualaf. Jangankan untuk membangun rumah, penghasilan yang terbatas membuat Jarot harus bekerja keras untuk menghidupi istri dan keempat anak-anaknya.

Kemurahan hati masyarakat akhirnya membuat Jarot bisa membangun gubuk sederhana diatas sepetak tanah pemberian (hibah) milik masjid di desa setempat. Rumah sederhana itu (pantas disebut gubuk), sama sekali jauh dari kata layak huni.

Hingga akhirnya, Jum’at (7/12/2018), kabar bahagia menghampiri saat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se Aceh Timur, berkunjung ke rumah tersebut dan memberitahukan kabar akan direhabnya rumah yang selama ini ditinggali Jarot sekeluarga.

“Program rehab rumah warga kurang mampu ini didasari atas inisiatif dan penggalangan dana rekan-rekan TKSK di Aceh Timur serta beberapa donatur lainnya,” kata perwakilan TKSK Aceh Timur, Rahmat Hidayat.

Baca: Tahukah Anda Apa Itu TKSK? Berikut Penjelasannya

Rumah berkonstruksi kayu dengan ukuran 4×5 meter itu direncanakan akan rampung pada awal Januari 2019 mendatang dan memakan biaya sekitar Rp 15 juta.

“Mudah-mudahan program rehab rumah ini bisa membantu meringankan beban hidup beliau,” timpalnya.

Sementara itu, Jarot juga terlihat tak kuasa menahan haru saat mengetahui kabar rumahnya akan direhab. Jarot yang menderita bibir sumbing ini mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu meringankan beban hidupnya bersama keluarga.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Semoga Allah membalas semua amal kebaikan ini dengan pahala yang berlipat ganda,” tutur Jarot.

Baca Juga: 13 Ribu Unit Rumah Dhuafa dan RTLH di Aceh Timur akan Direhab

Kala Bupati Rocky Hapus Kesedihan Warganya

Kisah Ahyar, Dijemput Sehat Pulang Jadi Mayat