Home / ACEH / Parlok Harus Tiru Tim Sepakbola di Pemilu 2019

Parlok Harus Tiru Tim Sepakbola di Pemilu 2019

Bendera Partai Aceh, salah satu Partai Politik lokasi yang ada di Aceh. (Foto: Istimewa)

Oleh Masykur Pulo Tukok [Peminat Masalah Politik di Aceh]

Sepakbola menjadi salah satu olahraga yang banyak penggemarnya di belahan dunia. Dengan mengunggulkan negara atau klub-klub yang menjadi favoritnya, juga senang pemain-pemain yang memang mempunyai kualitas di lapangan hijau, terlebih mereka yang suka mencetak gol ke gawang lawan.

Ini mungkin menjadi suatu contoh atau dapat ditiru oleh parlok (partai lokal) di Aceh dalam mengikuti pesta Pemilu 2019.

Untuk meraih kursi dengan sebanyak mungkin di tingkat daerah, parlok harus bersatu sama lain. Adanya diskusi bersama antar pengurus parlok menjadikan kandidat caleg parlok terealisasi sesuai kesepakatan bersama.

Ibarat dalam satu tim sepakbola, parlok (PA, PNA, SIRA, PDA) harus memposisikan sebaik mungkin caleg-caleg yang diusung oleh masing-masing parlok.

Untuk posisi penyerang idealnya dapat dimainkan kepada caleg-caleg di PA sebagai ujung tombak untuk membuat gol ke gawang lawan.

Gelandang serang dan bertahan, caleg-caleg dari PNA saling bahu-membahu mengatur pola serangan di lapangan. Caleg dari PDA menjadi bek kiri dan kanan, serta bek tengah meredam serangan dari lawan, serta dibantu oleh gelandang-gelandang yang ada.

Untuk posisi penjaga gawang bisa dipercaya kepada caleg dari Partai SIRA yang mengawal dengan sebaik mungkin agar gawang tidak kebobolan. Dengan komposisi pemain di atas, dan saling menjadi kekompakan akan tercapai kemenangan yang diinginkan.

Begitu juga dalam mengikuti pemilu 2019, parlok harus bersatu padu dengan sama-sama bertujuan demi rakyat Aceh, demi para syuhada. Parlok yang lahir dari butir MoU Helsinki harus benar-benar saling bahu-membahu memperjuangkan, dan menuntut pemerintah pusat, karena MoU merupakan ruh dalam perjuangan kombatan GAM khususnya rakyat Aceh.

Jika selama ini ada perbedaan mari sama-sama mencari persamaan. Dengan parlok bersatu akan mematahkan asumsi orang bahwa parlok di Aceh berjalan masing-masing.

Pemilu 2019 merupakan ajang pembuktian bahwa parlok adalah pemenang dan dapat diterima oleh masyarakat.