Home / ACEH / Polisi Sita 2.576 Hektare Lahan PT Delima Makmur

Polisi Sita 2.576 Hektare Lahan PT Delima Makmur

Ilustrasi polisi | Foto: Humas Polres Lhokseumawe

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Petugas dari Ditreskrimum Polda Aceh menyita perkebunan seluas 2.576 hektare milik PT Delima Makmur di Aceh Singkil.

Kabid Humas Polda Aceh, AKBP Ery Apriyono dalam rilis diterima Klikkabar.com, Kamis (6/12/2018) mengatakan, disitanya lahan ini sesuai penetapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) pada 27 November 2018.

Penetapan ini ditandatangani Wakil Ketua Pengadilan Negeri Singkil, Asraruddin Anwar.

Dijelaskannya, penetapan penyitaan lahan ini juga berdasarkan uraian penyidik tentang perkara penyerobotan lahan negara yang dilakukan perusahaan itu, yang ada di kawasan Gampong Telaga Bakti, Kecamatan Singkil Utara serta Gampong Biskang, Situbuh-tubuh dan Situban Makmur, Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil.

“Lahan perkebunan milik PT Delima Makmur itupun langsung disita sebagai barang bukti dari tersangka yang sudah ditetapkan oleh para penyidik Polda Aceh yakni sejumlah direktur atau pejabat di perusahaan tersebut,” jelas AKBP Ery.

Dirreskrimum Kombes Pol. Agus Sarjito menambahkan, kasus penyerobotan lahan ini dilaporkan pada bulan April lalu dan hingga kini masih dalam proses penyidikan.

“Berkas penyerobotan lahan negara ini telah dilimpahkan ke pihak jaksa pada 13 November lalu. Lalu didapatkan Surat Penetapan Izin Penyitaan atas areal tanah seluas 2.576 hektar dari PNS Singkil,” kata dia.

Saat ini, pihak penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi seperti dari pihak Dinas Lingkungan Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DLHK) serta pihak Dinas Pajak dan Pendapatan, termasuk tiga tersangka yang sudah ditetapkan.

“Kita akan panggil saksi untuk diperiksa dari DLHK, Dinas Pajak dan Pendapatan, termasuk 3 tersangka yang sudah ditetapkan yakni para direktur perusahaan atas nama Albert Purba, Meinarko dan Joefly,” jelasnya. []