Home / BERITA TERBARU / Diduga Hina Jokowi, Habib Bahar Diperiksa Bareskrim Polri

Diduga Hina Jokowi, Habib Bahar Diperiksa Bareskrim Polri

Habib Bahar bin Smith diperiksa sebagai saksi terlapor terkait kasus video ceramah yang diduga menghina Presiden Jokowi. (Foto: Tempo.co)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan Badan Kriminal Reserse Kriminal Khsus Mabes Polri dalam kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo. Dai berusia 33 tahun kelahiran Manado, Sulawesi Utara itu tiba di Bareskrim Polri sekitar pukul 11.30 WIB. Ia mengenakan pakaian putih, sorban putih bercorak hijau, serta kacamata hitam.

Turun dari mobil, seperti dilansir dari Tempo.co, Bahar langsung memasuki gedung Bareskrim dengan pengawalan ketat. Awak media berdesak-desakan menghampiri Bahar. Ia enggan berkomentar sedikit pun terkait pemeriksaan tersebut. Dia langsung dipandu ke lantai dua Bareskrim untuk diperiksa.

Bareskrim Polri hari ini mengagendakan pemeriksaan kembali terhadap Bahar bin Smith, sebelumnya Bahar bin Smith tidak memenuhi panggilan pertama Senin 3 Desember lalu, Bahar beralasan baru menerima surat pemberitahuan pemanggilan pada Senin sore. “Surat baru sampai tadi jam 4 sore,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin lalu.

Dalam perkara ini Bahar bin Smith bakal diperiksa terkait adanya dua laporan atas dirinya. Laporan tersebut ada di Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Laporan di Bareskrim dibuat oleh pelapor La Komaruddin dengan nomor LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tertanggal 28 November 2018. Sedangkan di Polda Metro Jaya, Bahar dilaporkan oleh Calon Legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang tercatat dengan nomor TBL/6519/XI:2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 28 November 2018.

Dalam video yang dijadikan bukti oleh para pelapor, ia menyinggung soal Jokowi saat mengisi acara Maulid Nabi di Darussalam Satu, Batuceper, Tangerang, Banten pada 17 November 2018. Diantaranya dia mengatakan, “Pengkhianat bangsa, pengkhianat negara, pengkhianat rakyat kamu Jokowi!” dan “Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu”.

Habib Bahar pun disangkakan melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 A ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 Jo, Pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara.