Home / ACEH / Momentum Milad GAM, Haji Uma Usulkan Pemerintah Aceh Bangun Museum Hasan Tiro

Momentum Milad GAM, Haji Uma Usulkan Pemerintah Aceh Bangun Museum Hasan Tiro

H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma @IST

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Terkait dengan peringatan Milad GAM pada 4 Desember 2018, H. Sudirman atau akrab disapa Haji Uma yang merupakan Senator asal Aceh mengusulkan perlunya untuk membangun museum Dr. Teungku Muhammad Hasan Tiro di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Haji Uma Senin (3/12) saat diminta tanggapannya berkenaan dengan peringatan Milad GAM, 4 Desember 2018.

Menurut Haji Uma, Teungku Muhammad Hasan di Tiro adalah sosok sentral dibalik lahirnya ide perjuangan GAM. Beliau dengan penuh kerelaan dan ketulusannya meninggalkan kemapanan hidup serta keluarganya demi memperjuangkan keadilan dan kedaulatan Aceh dengan mendeklarasikan gerakan perlawanan yang kita kenal dengan GAM di Gunong Halimon, 4 Desember 1976.

“Sosok beliau sulit kita temukan penggantinya, beliau adalah putra terbaik Aceh yang pernah terlahirkan dengan kelebihan dan keistimewaan yang hingga kini belum kita temukan gantinya. Bukan hanya soal intelektualitasnya, namun juga menyangkut kuatnya ideologi dan nasionalisme keacehan yang ada pada diri Teungku Hasan Tiro”, ujar Haji Uma.

Haji Uma melanjutkan, bahwa sosok Teungku Hasan Tiro harus adalah sosok yang mesti menjadi teladan bagi generasi muda Aceh saat ini hingga kedepan nantinya. Nasionalisme dan idelologi keacehannya, kecintaan dan kesetiaannya akan Aceh, intelektualitasnya, keberanian, komitmen dan konsistensi dalam perjuangan bagi kedaulatan Aceh adalah hal yang sulit ditemukan bandingannya pada masa kini.

“Generasi muda Aceh harus mengenal Hasan Tiro dan mengadopsi berbagai hal yang luar biasa yang dimiliki oleh Hasan Tiro. Karena itu, penting untuk adanya museum Hasan Tiro di Aceh. Sehingga generasi muda memiliki banyak referensi bagi mereka untuk mengenal lebih dalam tentang sosok Wali Nanggroe Aceh”, kata Haji Uma.

Selama ini, dari pengetahuan Haji Uma, dokumen dan literatur sejarah tentang Hasan Tiro sebagai deklarator GAM masih tersebar pada beberapa orang dan peneliti, karena itu alangkah luar biasa jika semua dokumen itu terkumpul dalam sebuah museum untuk jadi pembelajaran generasi muda kita dimasa depan.

Haji Uma menambahkan, untuk mewujudkan museum Hasan Tiro sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan memanfaatkan salah satu ruangan di gedung Wali Nanggroe yang saat ini berdiri megah di Aceh untuk menjadi museum Hasan Tiro.

“Gedung Wali Nanggroe yang luas dan megah semestinya menyediakan satu ruangan untuk menjadi museum Teungku Hasan Tiro. Apalagi lahirnya lembaga dan Gedung Wali Nanggroe mutlak karena keberadaan beliau sebagai Wali Nanggroe Aceh”, pungkas Haji Uma.

Museum Teungku Hasan Tiro bagian dari penghargaan kita terhadap Teungku Hasan Tiro atas segala jasa dan kontribusi untuk Aceh. Lebih jauh untuk melestarikan sejarah perjuangan serta mendorong generasi muda kita dimasa depan untuk meneladani dan menjadikan beliau sebagai salah satu panutan generasi penerus Aceh dimasa depan.

Milad GAM 2018, Haji Uma Usulkan Pemerintah Aceh Bangun Museum Hasan Tiro, Senin (3/12) saat meminta tanggapannya berkenaan dengan peringatan Milad GAM, 4 Desember 2018.

Menurut Haji Uma, Teungku Muhammad Hasan di Tiro adalah sosok sentral dibalik lahirnya ide perjuangan GAM. Beliau dengan penuh kerelaan dan ketulusannya meninggalkan kemapanan hidup serta keluarganya demi memperjuangkan keadilan dan kedaulatan Aceh dengan mendeklarasikan gerakan perlawanan yang kita kenal dengan GAM di Gunong Halimon, 4 Desember 1976.

“Sosok beliau sulit kita temukan penggantinya, beliau adalah putra terbaik Aceh yang pernah terlahirkan dengan kelebihan dan keistimewaan yang hingga kini belum kita temukan gantinya. Bukan hanya soal intelektualitasnya, namun juga menyangkut kuatnya ideologi dan nasionalisme keacehan yang ada pada diri Teungku Hasan Tiro”, ujar Haji Uma.

Haji Uma melanjutkan, bahwa sosok Teungku Hasan Tiro harus adalah sosok yang mesti menjadi teladan bagi generasi muda Aceh saat ini hingga kedepan nantinya.

Nasionalisme dan idelologi keacehannya, kecintaan dan kesetiaannya akan Aceh, intelektualitasnya, keberanian, komitmen dan konsistensi dalam perjuangan bagi kedaulatan Aceh adalah hal yang sulit ditemukan bandingannya pada masa kini.

“Generasi muda Aceh harus mengenal Hasan Tiro dan mengadopsi berbagai hal yang luar biasa yang dimiliki oleh Hasan Tiro. Karena itu, penting untuk adanya museum Hasan Tiro di Aceh. Sehingga generasi muda memiliki banyak referensi bagi mereka untuk mengenal lebih dalam tentang sosok Wali Nanggroe Aceh”, kata Haji Uma.

Selama ini, dari pengetahuan Haji Uma, dokumen dan literatur sejarah tentang Hasan Tiro sebagai deklarator GAM masih tersebar pada beberapa orang dan peneliti, karena itu alangkah luar biasa jika semua dokumen itu terkumpul dalam sebuah museum untuk jadi pembelajaran generasi muda kita dimasa depan.

Haji Uma menambahkan, untuk mewujudkan museum Hasan Tiro sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan memanfaatkan salah satu ruangan di gedung Wali Nanggroe yang saat ini berdiri megah di Aceh untuk menjadi museum Hasan Tiro.

“Gedung Wali Nanggroe yang luas dan megah semestinya menyediakan satu ruangan untuk menjadi museum Teungku Hasan Tiro. Apalagi lahirnya lembaga dan Gedung Wali Nanggroe mutlak karena keberadaan beliau sebagai Wali Nanggroe Aceh”, pungkas Haji Uma.

Museum Teungku Hasan Tiro bagian dari penghargaan kita terhadap Teungku Hasan Tiro atas segala jasanya untuk Aceh.