Home / BERITA TERBARU / Pelajar STM Temukan Makam Cut Nyak Dhien

Pelajar STM Temukan Makam Cut Nyak Dhien

Makam Cut Nyan Dhien. (Foto: Istimewa)

KLIKKABAR.COM, SUMEDANG – Sebagaimana diketahui  Cut Nyak Dhien wafat pada Jumat, 6 November 1908 atau 11 Syawal 1326 H di Sumedang. Selama puluhan tahun, Belanda merahasiakan makam pahlawan Aceh ini.

Hingga tahun 1950-an, terungkap posisi makam pejuang perempuan hebat itu dari Aceh.

“Sosok yang pertama kali menemukan makam Cut Nyak Dhien di Semedang Jawa Barat thaun 1957 adalah M. Yunus Ali (84 tahun) yang kini tinggal di Gampong Leubok Sukon, Aceh Besar,” sebut sejarawan Aceh Nab Bahany AS, Sabtu (1/12/2018).

Bahany menulis di laman fb hal ini terungkap ketika dirinya ke rumah penemu makam Cut Nyak Dhien. Yunus masih segar bugar, ingatannya masih kuat, hampir seluruh memori hidup diingat dengan lancar.

Termasuk cerita saat pertama menemukan makam Cut Nyak Dhien di kaki gunung Puyuh, Semedang Jawa Barat bersama 5 rekan lainnya yang sama-sama sekolah di Bandung.

Awal kisah, suatu hari temannya yang mahir bahasa Belanda  Ali Johar membeli sebuah buku berbahasa Belanda di pasar loak. Setelah membaca buku itu, Ali Johar tahu kalau Makam Cut Nyak Dhien ada di kaki gunung Puyuh Semedang.

Tentang makam itu diberitahu oleh Ali Johar kepada Yunus dan teman-teman sesama Aceh lain. Lalu mereka sepakat ke kaki gunung Puyuh di Semedang untuk memeriksa di mana makam Cut Nyak.

Keenam teman itu yakni M. Yunus Ali, Ali Johar, Ismail Harun, Abdullah Ishak, M. Hasan (asal Sigli) dan M. Jafar juga asal Sigli. Di lokasi, Yunus Ali menceritakan melihat dari atas Bukit Puyuh ada sebuah makam di bawah yang tidak terurus.

Penjaga makam Muhammad Amin menjelaskan kepada pelajar itu bahwa makam di bawah itu adalah makam seorang perempuan besar dari Aceh.

“Lalu kami berenam turun mendekati makam itu, dan ternyata benar makam Cut Nyak Dhien,” kata Yunus   yang saat menceritakan kondisi makam ini meneteskan air mata mengingat kondisi makam ketika pertama ditemukan 1957 yang terurus.

Saat itu penjaga makam mengatakan bahwa makam wanita besar dari Aceh ini nantinya akan menjadi makam yang akan sangat banyak dikunjungi orang.

“Begitu kami pulang dari makam Cut Nyak Dhien itu, kami langsung menghadap Bupati Semedang, dan memberi tahu tokoh-tokoh Aceh di Bandung, Jakarta dan Yogya. Kami menggalang dana untuk pemugaran makam Cut Nyak Dhien yang pertama ketika itu,” tutur  Yunus.

Setelah pemugaran, makam Cut Nyak Dhien tahun 1957 diresmkan oleh Prof. Aboebakar Atjeh dan Dr. Jali selaku anggota Konstituante Aceh yang dihadiri oleh Bupati Semedang.

Pemugaran pertama ini kemudian dibongkar dan dibangun dengan bentuk makam yang lebih bagus lagi seperti sekarang.

“Tapi setelah itu, saya tidak tahu lagi, karena setelah selesai sekolah STM di Bandung, tahun 1960 saya saya pulang ke Aceh dan masuk Fakultas Teknik di Darussalam yang baru dibuka namun tidak selesai kuliah,” tutur Yunus kepada Nabhani.

Baca Juga: Salah Kaprah Tari Saman

6 Peraturan di Aceh yang Bikin Heboh

Misteri Kematian Johansyah, Buronan Bersenjata di Aceh