Home / NASIONAL / Gerindra: 5% APBN Rawan Dikorupsi

Gerindra: 5% APBN Rawan Dikorupsi

Foto: Istimewa.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Lima% dari total APBN rawan dikorupsi  sejak awal penetapan APBN hingga penggunaan. Studi yang dilakukan oleh KPK menyebutkan sejak penetapan APBN, itu antara 5-6% sudah hilang diambil oleh pemburu renten.

Hal itu dikatakan oleh pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Sudirman Said di Atjeh Connection Sarinah, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).

Dalam diskusi ‘Perspektif Indonesia: Masih Bisakah Berantas Korupsi? Sudirman membeberkan, dari total APBN 2019 Rp2.400 triliun, sekitar Rp 150 trilun rawan dikorupsi. Itu pun, kata Sudirman, masih berupa janji dan komitmen.

Sudirman optimistis, pemberantasan korupsi di Indonesia makin menguat. Lantaran, fungsi pemberantasan korupsi oleh KPK semakin bergigi. Dia mengajak semua elemen bangsa untuk bersama-sama memberantas korupsi. Karena, menjadi tanggungjawab semua pihak.

“Buat saya masalah korupsi ini bukan hanya pikiran pemerintah dan oposisi, tapi semua pihak,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu menilai maraknya korupsi akibat lemahnya check and balance dari lembaga negara. Sekitar lima pimpinan lembaga tinggi negara, 229 anggota DPR/DPRD, 29 menteri/kepala lembaga, 91 kepala daerah dan 30 penegak hukum terkena kasus korupsi

“Kita sedang mengalami pengendoran check and balance,” ujar mantan Menteri ESDM itu

Menurut Sudirman, lemahnya check and balance karena lemahnya fungsi kepemimpinan. Sentralistik, feodalistik, menimpa leadership kepemimpinan nasional hari ini. Sudirman menilai perlunya penguatan kembali atau check and balance pada institusi negara agar formula baru dapat ditemukan untuk pengentasan korupsi.

“Jadi menurut saya akan ketemu format baru jika mekanisme check and balance dijaga kuat,” tutupnya.