Home / ACEH / Siswa Aceh Juara MSLA 2018

Siswa Aceh Juara MSLA 2018

Website Kemenag RI

KLIKKABAR.COM, BOGOR – Farid Al Gofar, siswa Madrasah Aliyah Ulumul Quran Aceh menjadi juara pertama dalam ajang Madrasah Leadership Student Awads (MSLA) 2018.

Grand Final MSLA diselenggarakan Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah di Bogor (29/11/2018) dan dikemas dalam bentuk debat.

Sebagai juara pertama, Farid mendapat dana pembinaan sebesar Rp5juta. Muhammad Qusayyi Al Jamali dari MAN 2 Mataram (NTT) yang menjadi juara kedua memperolah dana pembinaan Rp4.5juta. Sedang selaku juara ketiga, Ayu Fajri Agustiani dari MAN Insan Cendikia Sambas (Kalimantan Barat) mendapat Rp4juta.

Dikutip dari website Kemenag RI, MSLA 2018 pertama kali diadakan, dengan mengikutsertakan 238 siswa yang lolos melalui seleksi karya tulis.

Dari jumlah itu, dipilih 19 terbaik untuk ikut serta karantina selama 3 hari di Bogor, Jawa Barat. Mereka berkompetisi untuk menjadi 9 besar terbaik dan mengikuti grand final. Di tahap akhir ini, 9 peserta terbaik memaparkan ide dan gagasan mereka masing-masing tentang keberagaman dan bagaimana merespon isu sosial masa kini.

Direktur KSKK A. Umar mengatakan, MSLA digelar guna mengasah kemampuan dan kepekaan sosial siswa terhadap keberagaman di Indonesia.

“Ini sesuai dengan tema yang diusung, menjaga prularisme di tengah idelisme pemuda,” kata Umar.

Ia mengaku bangga dengan cara para peserta berdebat. Menurutnya, mereka dapat beragumen dengan baik dan tetap saling menghargai sesama peserta debat.

“Semoga kelak mereka mampu menjadi pemimpin yang amanah serta menjadikan bangsa terteram dan damai dalam keberagaman,” sebut Umar.

“Saya berpesan agar saat kembali ke kampung halaman masing masing, kalian mampu memberikan contoh positif khususnya bagi lingkungan madrasah, teman teman dan umumnya bangsa Indonesia,” kata Umar lagi.

Farid Al Gofar mengaku senang dan terkesan bisa bertemu dengan para peserta MSLA dari berbagai daerah Indonesia.

“Saya bangga dapat ikut serta ajang debat kali ini, dan sangat bangga karena kami mampu menyalurkan ide dan aspirasi kami dengan baik. Terima kasih kepada Kementrian Agama yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Karena kegiatan ini mampu mendongkrak sifat kritis pemuda,” pungkasnya. []