Home / BERITA TERBARU / Indra Karya Gandeng PEL dan SIER Bangun Pabrik Air Minum

Indra Karya Gandeng PEL dan SIER Bangun Pabrik Air Minum

KLIKKABAR.COM – Bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia masih potensial. Kondisi itu mendorong salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Indra Karya (Persero) untuk membangun pabrik di Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi mengatakan, pabrik AMDK itu akan dibangun bekerja sama dengan anak usaha PT Pelindo III (Persero), yakni PT Pelindo Energi Logistik (PEL) dan SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut).

’’SIER ada lahan dan gedung, tinggal pasang mesin. Pasarnya besar. Dari Pelindo III saja sudah besar,’’ ujarnya di Kementerian BUMN seperti dilansir dari Radartegal.com.

Saat ini perkembangan pembangunan pabrik itu masih dalam tahap kajian kelayakan alias feasiblity study (FS). Targetnya, pabrik tersebut bisa memiliki kapasitas sekitar 5 ribu galon per hari pada tahap awal. Rencana operasional pada Maret 2019.

Pada enam bulan pertama, utilisasinya baru mencapai 50 persen. Lalu, pada bulan ketujuh, utilisasi meningkat menjadi 100 persen.

’’Untuk tahap awal kami belum menyasar segmen ritel, tetapi ke instansi pemerintah atau kementerian dan sesama BUMN dahulu untuk tes pasar. Pada tahun ketiga, baru kami berani head-to-head dengan swasta,’’ imbuhnya.

Saat ini pasar AMDK di Indonesia memang memiliki potensi bagus dengan pertumbuhan 10–12 persen per tahun. Pasar tersebut diisi ratusan perusahaan swasta dan BUMD. Namun, baru ada satu BUMN yang bermain di bisnis itu, yakni Perum Jasa Tirta II, dengan merek Jatiluhur.

Indra Karya pun terdorong untuk berani masuk meramaikan pasar. ’’Permintaannya juga banyak dari BUMN. Di Surabaya banyak BUMN,’’ terangnya.

Sebenarnya Indra Karya menjual air mineral bernama inFresh sejak Juli 2018 dan menyasar Kementerian BUMN serta 21 BUMN yang lain. Hanya, untuk produksi mereka masih bekerja sama dengan pihak swasta.

’’Pasar memang dibatasi karena menunggu pabrik jadi,’’ ungkapnya. Dana investasi pembangunan yang dibutuhkan untuk tahap awal mencapai Rp20 miliar.

Indra Karya merupakan salah satu anggota calon holding BUMN infrastrukur dengan bisnis utama di bidang konsultan yang mulai merambah bisnis hilir.

Tahun ini perseroan membidik target pendapatan Rp165 miliar dengan laba Rp11,2 miliar. Naik signifikan jika dibandingkan dengan pendapatan perseroan tahun lalu Rp118 miliar dan laba mencapai Rp4,3 miliar.