Home / ACEH / DPRK Banda Aceh Gelar RDPU Raqan Penyelenggaraan Ketertiban dan Ketenteraman Masyarakat

DPRK Banda Aceh Gelar RDPU Raqan Penyelenggaraan Ketertiban dan Ketenteraman Masyarakat

Ist

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK)  Banda Aceh gelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Rancangan Qanun (Raqan) Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

Acara yang dibuka lansung ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah tersebut berlansung di Gedung lama DPRK Banda Aceh, Senin (26/11/18).

Dalam sambutanyan Arif Fadillah menyampaikan Raqan tentang penyelenggaraan dan ketenteraman masyarakat ini sengaja dijadikan sebagai Raqan prioritas untuk diselesaikan dalam tahun 2018 ini

Raqan ini terdiri dari 18 BAB 51 pasal yang diyakini akan mampu menciptakan Kota Banda Aceh untuk menjadi kota yang tertip dalam segala hal nantinya.

Menurut Arif selama ini Banda Aceh sudah baik,  jalan jalannya sudah teratur kemudian juga suasananya juga nyaman,  susana belajar mengajar di sekolah juga sudah bagus,  hanya saja perlu peningkatan ketertiban umum bagi warga supaya kenyamanan tersebut untuk dapat dirasakan oleh segenap warga kota Banda Aceh.

Pencapaian segala hal yang baik ini adalah berkat dukungan kontribusi dari seluruh warga kota Banda Aceh yang dilaksanakan oleh Walikota dan Wakilnya dan seluruh perangkat Dinas dan dukungan dari Keuchik dan tokoh masyarakat  yang ada dalam wilayah kota Banda Aceh selama ini.

“Jadi yang kita inginkan adalah tertip bangunan kita,  jangan lagi seperti yang kita lihat selama ini toko bangunan,” ujar Arif Fadillah.

Arif menambahkan anndai ditertibkan tataruang dengan baik tentu akan menjadi kota yang terbaik di masa mendatang baik di tingkat Aceh maupun Indonesia pada umumnya.

Kemudian dalam Raqan ini juga ada diatur tertip Pedangan Kaki Lima (PKL)  yang selama ini kadang kadang tempat tempat uang tidak layak untuk berjualan dijadikan tempat jualan sehingga menghilangkan keindahan dari kota itu sendiri.

“Padahal kota kita sudah bagus,  tapi kadang kadang ada yang jualan ikan di jembatan, dekat tempat ibadah dan sebagainya ini memang menjadi dilema bagi kita,  ketika ditertibkan dengan alasan kebersihan tapi disisi lain ini menyangkut dengan kemanusiaan,” kata Arif Fadillah.

Kemudian juga ada penertiban usaha salon ini untuk menghindari kegiatan kegiatan yang menjurus pada pelanggaran syariah. Jadi dalam hal ini Arif meminta dukungan dari semua pihak dalam Raqan ini untuk menciptakan kota yang baik kedepan sebagaimana harapan bersama untuk menuju kota gemilang dalam bingkai syariah

“Saya berharap dapat mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir sehingga kita dapat menerima masukan masukan untuk kesempurnaan Raqan ini,” tutur Arif.

Seme ketua Komisi A DPRK Banda Aceh M. Ali menyampaikan beberapa bulan lalu pihaknya sudah melakukan rancangan dan menelaah Raqan tersebut dengan pihak eksekutif dan berbagai pihak stahkholder. Pun demikian kata dia Raqan tersebut masih jauh dari kesempurnaan.

“Mudah mudah dengan dilakukan RDP ini para peserta dapat memberikan masukan yang positif demi memperkaya dan kesempurnaan Raqan tersebut,” kata M. Ali pada saat pembukaan.

Rapat dengar pendapat yang berlansung sampai pukul 12.30 Wib tersebut turut dihadiri kepala SKPK Banda Aceh,  para guru,  Kepala Desa,  Tokoh Masyarakat,  Pengusaha dan tamu undangan lainnya.