Home / BERITA TERBARU / Irwandi: Dakwaan Jaksa Berhalusinasi

Irwandi: Dakwaan Jaksa Berhalusinasi

KLIKKABAR.COM, JAKART A- Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/11/2018). Irwandi terjerat dua perkara perkara berbeda yaitu dugaan suap terkait Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) serta dugaan penerimaan gratifikasi terkait kasus pembangunan dermaga Sabang.

Disinggung perihal dakwaan penuntut umum, Irwandi telah membaca sebelum persidangan. Bahkan dia menyebut penuntut umum berhalusinasi saat menyusun dakwaan tersebut.

“Dakwaan sudah kami baca, jadi sudah tahu naskahnya. Enggak nervous, saya tahu di mana halusinasinya,” ungkap Irwandi dikutip dari kumparan.

Irwandi bicara tentang tuntutan 4 tahun terhadap Bupati Bener Meriah, Ahmadi yang didakwa menyuap dirinya. Menurut Irwandi, penuntut umum tidak mempertimbangkan sejumlah fakta dalam persidangan.

“Ya, banyak orang merasa aneh karena jaksa tidak mempertimbangkan fakta yang timbul di persidangan. Kotor aja gitu,” kata Irwandi.

Dalam kasusnya, Irwandi diduga menerima suap Rp 1,05 miliar dari Ahmadi. Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui dua orang bernama Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal. Ahmadi diduga memberikan uang itu sebagai ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018.

Suap ini terungkap dari OTT yang dilakukan oleh KPK pada Selasa (4/7/2018). Dalam OTT itu, KPK menangkap 9 orang, termasuk Ahmadi dan Irwandi. Selain itu, KPK juga menyita sejumlah bukti uang Rp 50 juta, bukti transaksi perbankan, serta catatan proyek.

KPK juga menyematkan Irwandi sebagai tersangka penerima gratifikasi yang diduga menerima gratifikasi senilai Rp 32 miliar dari proyek pembangunan dermaga Sabang. KPK juga menetapkan Izil Azhar dalam perkara penerimaan gratifikasi itu.