Home / ACEH / Kemenhub Rekomendasikan 7 Penerbangan Perintis di Aceh Ditutup

Kemenhub Rekomendasikan 7 Penerbangan Perintis di Aceh Ditutup

Foto: Tempo

KLIKKABAR.COM, JAKRTA- Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara (Balitbang Hubud) Kementerian Perhubungan merekomendasikan 10 rute penerbangan perintis yang selama ini telah beroperasi untuk ditutup, Diantara 10 rute tersebut, terdapat paling banyak di Aceh yaitu 7 penerbangan perintis dalam lingkup provinsi Aceh dan 3 penerbangan lainnya luar provinsi Aceh.

Adapun 7 rute pernerbangan perintis di Aceh yakni.

-Nagan Raya-Singkil
-Banda Aceh-Blang Pidie
-Blangpidie-Sinabang
-Medan-Tapak Tuan
-Medan-Blangpidie
-Medan-Gayo Luwes
-Banda Aceh-Gayo Luwes.

Tiga penerbangan perintis luar Aceh yaitu:
-Sangata-Balikpapan
-Palangka Raya-Kuala Pambuang
-Kambuaya-Sorong

“Terdapat 10 rute yang direkomendasikan untuk dihentikan,” kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antar Moda, Imran Rasyid di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Jumat (23/11) mengutip kumparan.

Dia menjelaskan, sebanyak 10 rute penerbangan perintis itu direkomendasikan untuk ditutup karena waktu tempuh moda transportasi lain seperti darat dan laut telah memadai, serta sudah dilayani penerbangan komersial.

“Juga persentase realisasi frekuensi penerbangan dan penumpang rendah, artinya tidak banyak yang memakai,” bebernya.

Imran menambahkan, pihaknya juga merekomendasikan 12 rute untuk menjadi komersial. Sebab permintaan penumpang tinggi, dukungan fasilitas dan prasarana bandara memadai, serta terpenuhi target penumpang.

Adapun 12 rute itu ialah Banda Aceh-Nagan Raya, Sinabang-Nagan Raya, Banda Aceh-Kutacane, Palangka Raya-Muara Teweh, Palangka Raya-Puruk Cahu, Masamba-Seko, Waingapu-Ruteng, Merauke-Ewer, Sorong-Inanwatan, Sorong-Teminabuan, Sorong-Werur, dan Timika-Dekai.

“Angkutan perintis penumpang dapat ditingkatkan menjadi komersial dengan mempertimbangkan aspek potensi ekonomi wilayah juga,” kata Imran.