Home / ACEH / Kadisdik Aceh Tampung Aspirasi Guru SMKN Gunung Meriah

Kadisdik Aceh Tampung Aspirasi Guru SMKN Gunung Meriah

Ist

KLIKKABAR.COM, SINGKIL-Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, menampung aspirasi belasan guru SMKN 1 Gunung Meriah, Aceh Singkil, yang pada Selasa (13/11/2018) lalu menggelar aksi mogok belajar.
Kedatangan Kepala Dinas Pendidikan Aceh turut didampingi Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Syarbaini, M.Si, Plt Kepala Cabang Dinas Wilayah Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil, Adi Multa, Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Dr. Asbaruddin, M. Eng, Senin (19/11/2018).
Tiba di SMKN 1 Gunung Meriah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh beserta rombongan disambut Ketua PGRI Aceh Singkil, Najur, Pengawas Pembina Dinas pendidikaan Aceh.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, mengatakan, kedatangannya ke SMKN 1 Gunung Meriah dilakukannya secara khusus untuk menginisiasi persoalan antara Kepala Sekolah dengan belasan guru tersebut sudah direncanakan jauh hari sebelumnya.
“Dan karena hari ini perlu kehadiran saya ke SMKN 1 Gunung Meriah, maka langsung saya bergegas untuk dapat hadir di sekolah ini. Namun, ini juga bagian dari kunjungan kerja yang saya lakukan seperti ke daerah lainnya di Aceh,” ujar Kadisdik Aceh.
Menurutnya, dari informasi diperoleh dirinya aksi dimaksud meminta adanya pembenahan di SMKN 1 Gunung Meriah, seperti yang disampaikan oleh belasan guru tersebut. Hanya saja, kata Kadisdik Aceh ini, saat aksi berlangsung ia mengaku sedang berada di luar kota untuk mendampingi guru-guru SMK magang ke Korea Selatan.
“Namun, setelah kita berdiskusi akhirnya ada suatu jalan keluar. Dan, guru-guru tersebut juga menyadari bahwa apa yang dilakukan itu sangat tidak pantas dan memberatkan mereka. Tetapi hal tersebut sebagai cara guru-guru ini menyampaikan aspirasi,” katanya lagi.
Ia menambahkan terkait aspirasi sebagaimana disampaikan belasan guru tersebut akan menyikapi dengan bijak dan tidak ada pihak yang dikorbankan dan dirugikan. Apalagi hingga mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
“Karena itu saya mengajak mari kita bersama-sama membangun pendidikan Aceh ke arah yang lebih baik,” tambahnya.[]