Home / ACEH / Sandiaga akan Realisasikan MoU Helsinki dan Perkuat Syariat Islam di Aceh

Sandiaga akan Realisasikan MoU Helsinki dan Perkuat Syariat Islam di Aceh

Sandiaga Uno saat blusukan ke Pasar Peunayong, Banda Aceh, Selasa (20/11/2018). (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Calon Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno menjanjikan akan menghargai dan tidak mengganggu gugat keistimeaan Aceh, seperti soal MoU Helsinki dan Peraturan Daerah Qanun Syariat Islam yang telah diberlakukan di Aceh.

“Jika kami terpilih, akan merealisasikan butir MoU Helsinki dan tidak mengganggu Qanun Syariat Islam, seperti yang disampaikan oleh ulama dalam pertemuannya kemarin,” kata Sandiaga, di Banda Aceh, seperti dilansir dari Kompas. Rabu 21 November 2018.

Di Banda Aceh, hari ini Sandiaga meresmikan Badan Pemenangan Provinsi Aceh di kantor sekretariat bersama koalisi partai politik nasional–lokal di Lampriet.

Selama dua hari berada di Aceh, Sandi mengaku mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari berbagai kalangan masyarakat pendukungnya di Aceh.

Kaum emak-emak terus mengapitnya dalam setiap agenda yang berlangsung di Aceh.

Sandiaga sangat merasakan kembali nuansa pada saat masa kampanye menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Tahun 2017 lalu.

Kepada pendukung dan relawannya di Banda Aceh, Sandiaga berkomitmen jika pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno terpilih dalam Pilpres 2019 mendatang, mereka akan berjuang untuk memajukan Aceh.

“Hasil bumi Aceh harus dapat dinikmati sebesar-besarnya untuk rakyat Aceh, Aceh istimewa, baik dari sejarah dan budaya, juga dari segi ke-Islamannya, kalau Aceh kuat, Insya Allah Indonesia juga akan kuat,” kata dia.

Pada acara peresmian sekber ini, Sandi mengajak seluruh tim suksesnya selama waktu 148 kedepan agar melakukan kampanye untuk mendulang suara bagi pasangannya dengan cara yang positif, sejuk dan santun.

“Dari dulu Aceh sudah banyak memberikan jasa dan pengorbanan untuk Indonesia, sekarang sudah saatnya Indonesia membangun Aceh,” ujar dia.

Sementara itu Muzakir Manaf, mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) selaku ketua badan pemenangan Prabowo-Sandi di Provinsi Aceh menargetkan 90 persen suara masyarakat Aceh untuk pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Target saya 90 persen suara rakyat Aceh untuk Pasangan Prabowo-Sandi, seperti dukungan kami kepada SBY tahun 2009 lalu,” ujar dia. (Red/Kompas)