Home / BERITA TERBARU / Greenpeace Dinilai Tidak Perlu Ajari Indonesia

Greenpeace Dinilai Tidak Perlu Ajari Indonesia

KLIKKABAR.COM, JAKARTA –  Greenpeace tidak perlu awasi dan mengajari Indonesia urus hutan. Indonesia masih lebih baik dalam melestarikan hutan. demikian tegas  Tungkot Sipayung dari PASPI (Palmoil agribusiness Strategic Policy Institute) kepada klikkabar.com, Rabu (21/11/2018).

“Indonesia sampai saat ini masih mempertahankan 88 juta hektar hutan atau 47 persen luas daratan  atau di atas threshold ekologis 30 persen dan sebagian besar adalah virgin forest sebagai rumahnya biodiversity termasuk satwa liar,” jelas Tungkot.

Tungkot mempertanyakan kepada Greenpeace, apakah Eropa masih punya virgin forest? Dia menjelaskan perkebunan sawit dikembangkan di luar hutan dengan tatakelola yang lebih baik. Ekonomi di luar hutan seperti kebun sawit secara tak langsung untuk lestarikan hutan. disebutkan sebagian perkebunan sawit membiayai  pemeliharaan atau pelestarian hutan rumahnya satwa liar seperti orangutan

“Sekitar 45 persen kebun sawit indonesia adalah small holder/petani. Sehingga boikot sawit yang dilakukan Greenpeace selain tindakan anti sawit juga anti petani, “ papar penulis buku sawit ini.

Karena itu, Tungkot  meminta jika Greenpeace konsisten memperjuangkan lingkungan, lebih tepat minta Eropa agar emisi karbonnya diturunkan. Sebaiknya tidak perlu urusi kebun sawit Indonesia.

“Kami lebih tahu cara mengelolanya. Pemerintah perlu segera panggil Greenpeace untuk bertanggung jawab atas tindakanya,” pintanya.

Sebelumnya,  pengiat Greenpeace International dari Indonesia, Jerman, Inggris, Prancis, Kanada dan Amerika Serikat menaiki kapal tersebut guna melakukan protes damai atas dampak sawit terhadap perusakan hutan hujan di Indonesia. mereka menaiki tanker pengangkut minyak sawit Indonesia di Teluk Cadiz , Spanyol dan ditahan kapten kapal tanker Stolt Tenacity di Cadiz, Spanyol.

RALAT: 

-Sebelumnya tertulis Tungkot Sipayong adalah Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), yang benarnya saat ini ia tidak lagi menjadi pengurus GAPKI, namun memimpin PASPI (Palmoil rAgibusiness Strategic Policy Institute).

-Berita ini telah mengalami perubahan judul, dari sebelumnya GAPKI: Greenpeace Tidak Perlu Ajari Indonesia, menjadi Greenpeace Dinilai Tidak Perlu Ajari Indonesia.