Home / BERITA TERBARU / 8 Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Kerja

8 Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Kerja

Ilustrasi wawancara.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA –  Pakar Karier dan Pendiri Resume Writers’Ink (firma bimbingan karier) Tina Nicolai menyebut, pertanyaan dalam wawancara adalah trik pewawancara untuk mengetahui apakah karakter kamu sesuai.

Mereka perlu melihat langsung bakat yang kamu miliki. Kamu tak perlu khawatir, Tina sudah merangkumnya berikut di Business Insider yang dikutip dari smartmoney, Kamis  (15/11/2018).

1.Ceritakan tentang diri Anda?

Pewawancara ingin mengetahui kepercayaan diri dan kemampuan dalam komunikasi. Bila menjawab dengan tidak yakin, proses wawancara biasanya berjalan lebih cepat. Pertanyaan bisa mengarahkan kamu untuk menceritakan kehidupan pribadi, padahal bukan itu jawaban yang diharapkan.

Jadi, fokus saja menceritakan prestasi dan keahlian yang kamu miliki. Bila menceritakan masalah, fokus pada cara menyelesaikannya.

2.Gambarkan diri Anda dalam satu kata

Pertanyaan ini dipakai untuk mengetahui karakter dan watak pribadi. Kepercayaan diri dalam menggambarkan sudut pandang pada suatu hal.

Pertanyaan ini penting untuk melihat apakah karakter kamu sesuai kriteria. Jawab pertanyaan ini dengan sesuatu yang menimbulkan rasa ingin tahu. Bila kamu melamar sebagai akuntan, jawab dengan tepat waktu, bukan kreatif.

3.Bagaimana posisi ini dibanding posisi yang pernah dijalani?

Pertanyaan untuk kamu sedang melamar pekerjaan di tempat lain. Mereka butuh jawaban jujur. Berilah jawaban normal dan jangan merendahkan pekerjaan lain.

4.Sebutkan tiga keunggulan atau kelemahan Anda?

“Mereka sedang memberi batasan mengenai apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan dalam budaya kerjanya,” kata Tina. Pertanyaan ini bisa menjebak jika Anda terlalu banyak bicara soal kelemahan.

Ini membuat Anda tidak percaya diri dan terlihat buruk bila terlalu menyombongkan prestasi. Mereka ingin melihat Anda memberikan jawaban dengan percaya diri dan dewasa.

5.Apa target Anda Bekerja di sini?

Mereka ingin tahu faktor pendorong utama melamar. Apakah sudah melakukan riset terkait perusahaan atau pekerjaan tersebut. Berikan jawaban yang menunjukkan bahwa Anda memang paham industri dan bisnis perusahaan yang dilamar. Kemudian, beri tahu pula prioritas kerja kamu nantinya.

6.Mengapa meninggalkan pekerjaan lama?

Mereka ingin melihat pola atau apa pun yang bernada negatif. Apakah akan menjalani pekerjaan untuk jangka pendek? Bila Anda adalah orang yang mudah bosan, tentu ini menjadi tanda merah bagi mereka.

Jangan menjawab pertanyaan ini dengan sesuatu yang menimbulkan perdebatan atau kebohongan. Mereka ingin melihat jawaban yang menggambarkan seseorang siap menghadapi tantangan atau seseorang yang punya strategi spesifik.

7.Hal apa yang membanggakan karier Anda?

Mereka ingin tahu passion, ambisi dan target yang sudah kamu tempuh. “Cara kamu menceritakan proyek favorit menggambarkan siapa kamu. Ini menjadi hal penting sebagai karyawan baru,” tambah Tina.

Berikan jawaban dengan menceritakan hal yang sudah menjadi fokus kamu ke depan. Mereka ingin melihat kemampuan, antusiasme dan energi positif yang kamu miliki.

8.Pernah terpikir untuk menjadi pengusaha?

Mereka ingin mengetahui apa ada menyimpan hasrat menjadi pengusaha. Mereka ingin berhitung apakah investasi yang dikeluarkan melalui pelatihan dan seminar akan sepadan dengan masa kerja dan jasa pada perusahaan. Jawab pertanyaan ini dengan biasa saja dengan hal positif atau jawaban aman.

“Untuk sementara, saya belum mempertimbangkannya secara mendalam,” saran Tina.