Home / BERITA TERBARU / Kartu Nikah Tidak Ganti Buku Nikah

Kartu Nikah Tidak Ganti Buku Nikah

(Foto: Istimewa)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Masyarakat membicarakan tentang kartu nikah yang diluncurkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).  Kartu nikah ini tidak menganti posisi buku nikah. Berikut ini penjelasan perihal  kartu nikah yang dikutip dari intisari, Rabu (14/11/2018).

1.Bukan pengganti buku nikah

Lukman menegaskan, kartu nikah tidak menggantikan buku nikah. Buku nikah tidak dihapus dan tetap menjadi dokumen resmi mengenai pencacatan nikah.

2.Terhubung aplikasi Simkah

Aplikasi Simkah atau sistem informasi manajemen nikah berisi mengenai pencatatan atau pendaftaran nikah secara digital. Dengan aplikasi ini, pemerintah dapat memantau status pernikahan masyarakat, di mana terintegrasi dengan sistem kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil).

Simkah adalah direktori data nikah yang terintegrasi dengan Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri dan Sistem Informasi PNBP Online Kementerian Keuangan berbasis web.

3.Pasangan baru dapat dua dokumen

Pasangan yang baru menikah mendapatkan dua dokumen, yakni buku nikah dan kartu nikah.  Setelah penghulu mencatat akad nikah, kemudian diterbitkan buku nikah dan kartu nikah. Kartu nikah diklaim sebagai inovasi yang dapat memudahkan pengurusan dokumen bagi masyarakat. Kemenag menargetkan sebanyak satu juta kartu nikah disebar ke pasangan yang baru menikah pada 2018.

4. Bertahap

Penerbitan kartu nikah diprioritaskan bagi pasangan baru yang menikah. Namun, bagi pasangan yang sudah menikah juga mendapatkan kartu nikah secara bertahap.

 

5. Model Kartu Nikah

Kartu nikah diharapkan dapat lebih simpel dibandingkan buku nikah dari segi bentuk. Kartu nikah dapat disimpan di dompet (seperti ATM atau KTP), sehingga dapat dengan mudah dibawa ke mana-mana.

Kartu nikah ini berbentuk persegi panjang berwarna dasar hijau dengan campuran warna kuning. Di bagian atasnya, terdapat tulisan (kop) Kementerian Agama. Terdapat dua kotak yang akan berisi foto pasangan dibagian bawah kop Kementerian Agama. Kemudian, nantinya akan dipasang barcode di bawah kotak foto pasangan. Barcode menunjukkan data seperti wajah, nama dan tanggal pernikahan pasangan.