Home / ACEH / Ratapan Nurlela, Istri Nelayan Aceh yang Ditangkap di Myanmar

Ratapan Nurlela, Istri Nelayan Aceh yang Ditangkap di Myanmar

Nurlela, istri salah satu nelayan Aceh Timur yang ditangkap dan ditahan di Myanmar. (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Nurlela terisak-isak. Kerinduan akan kehadiran sosok suami tercinta begitu membuncah di dada. Hal ini jelas terlihat dari deraian air mata yang tak berhenti mengalir membasahi pipinya. Suaminya sudah 13 hari pergi dan tak kunjung kembali, meninggalkan Nurlela bersama lima anaknya.

Perempuan kelahiran 12 Juni 1980 ini merupakan istri dari Nurdin, 41 tahun, salah satu dari 16 nelayan KM Bintang Jasa asal Aceh Timur, Provinsi Aceh yang ditangkap dan saat ini berada di kantor Polisi Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar.

“Saya hanya bisa berharap, tolong pulangkan mereka segera. Tolong pulangkan suami saya,” lirihnya saat Klikkabar.com mendatangi kediaman Nurlela di Gp. Tanjong, Kec. Idi Rayeuk, Kab. Aceh Timur, Senin (12/11/2018).

Penderitaan Nurlela kian bertambah, karena saat ini dia sedang hamil besar dan tinggal menunggu hari tibanya waktu persalinan buah hati mereka yang keenam. Bahkan, anak perempuan tertuanya, juga akan menikah pada akhir bulan ini.

“Ke 16 nelayan tersebut awalnya ditangkap pihak keamanan laut Myanmar pada Rabu (6/11/2018) lalu,” kata Kadis Perikanan dan Kelautan Aceh Timur didampingi Panglima Laot Lhok Kuala Idi Razali M. Ali.

Dalam kesempatan itu, Syawaluddin mewakili Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga memberi semangat agar Nurlela dan keluarganya bersabar dan tabah atas musibah yang sedang menimpa.

“Kami akan mengupayakan yang terbaik agar ke 16 nelayan tersebut segera dipulangkan,” tutur Syawaluddin.

Sementara itu Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Dinsos Aceh, Rohaya Hanum secara terpisah mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan KBRI Myanmar agar para segera dipulangkan.

Baca: Satu Nelayan Aceh Timur Meninggal dan Dikebumikan di Myanmar

Disebutkannya, setelah pemeriksaan 16 nelayan itu tak sengaja memasuki wilayah Myanmar, maka kemungkinan mereka akan dipulangkan setelah melewati prosedur yang berlaku di imigrasi setempat.

Namun, hingga saat ini Rohaya belum bisa menjelaskan secara rinci kapan pemeriksaan itu selesai dilalukan.

“Dinsos Aceh hanya berkomunikasi melalui KBRI. KBRI sudah bertemu dan mereka baik-baik saja (sehat) semua dan mereka sedang ditangani mencari jalan keluar. Jika mereka tidak bersalah maka akan segera dipulangkan melalui KBRI,” jelasnya.

Baca Juga: Rocky Jemput Nelayan yang Terdampar di Thailand

Cuaca Buruk, Boat Nelayan Idi Karam di Selat Malaka

Kisah Ahyar, Dijemput Sehat Pulang Jadi Mayat