Home / ACEH / Muharuddin: Aceh Besar Layak Jadi Pionir Penegakan Syariat Islam

Muharuddin: Aceh Besar Layak Jadi Pionir Penegakan Syariat Islam

IST

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH- Aksi ‘Sidak’ ala Waled Husaini A.Wahab yang juga wakil Bupati Aceh Besar di Kota Jantho pada Kamis 8 November 2018 mendapat apresiasi dari anggota DPR Aceh Tgk. Muharuddin.

Mantan ketua DPR Aceh tersebut menghubungi media ini menyampaikan apresiasi atas kinerja Waled Husaini. “Apa yang telah dilakukan oleh Waled menjadi contoh bagi kepala daerah yang lain dalam penegakan syariat islam,” ujar Muharuddin, Jumat 9 November 2018.

Menurut Tgk. Muhar, bukan hanya sidak ke Pasar Jantho, namun Waled juga menolak proses hukum cambuk kepada pelanggar syariat islam yang akan dilangsungkan dalam Lapas.

“Setelah kita melihat, saat DPRA menolak hukum cambuk di lapas, kemudian disambut oleh waled yang sepaham dengan DPR yaitu tetap dicambuk di depan keramaian,” ujar Muhar.

Hal yang juga menyita perhatian publik, saat Bupati Aceh Besar menyurati manajemen air Lines yang terbang dari dan ke Aceh, mewajibkan para pramugarinya untuk berjilbab, dan hal itu dipatuhi oleh sejumlah pesawat yang mengambil rute penerbangan ke Aceh. “ini juga terobosan yang luar biasa menurut saya,”.

Mereka menilai, para pemimpin di Aceh seharusnya mengikuti langkah Waled Husaini yang dikenal tegas dalam menegakkan syariat Islam.

Selain itu, Waled Husaini juga bukan pertama kali melakukan aksi yang menyita perhatian publik , beberapa waktu lalu ia juga mengimbau kepada masyarakat Aceh Besar untuk tidak mengindahkan aturan pembatasan penggunaan pengeras suara di mesjid dan surau yang dicanangkan oleh Menteri Agama RI, sambung Muhar.

Oleh karena itu, Aceh Besar layak disebut sebagai pioner dalam penegakkan syariat islam di Aceh, kepada kepala daerah lain yang ada di Aceh perlu mencontohkan bagaimana Aceh Besar bekerja khususnya di bidang penerapan syariat islam.

“Saya sangat mendukung langkah yang dilakukan oleh waled Husaini yang melarang adanya aktifitas pedagang saat azan berkumandang hingga selesai shalat,” pungkas politisi Partai Aceh ini.

Sebelumnya, Wakil Bupati Aceh Besar Husaini A.Wahab atau yang kerap disapa Waled Husaini “mengamuk” saat melakukan sidak ke pasar kota Jantho.

Waled meluapkan kekesalannya lantaran pemilik warung masih beraktifitas saat azan sudah dikumandangkan, sempat terdengar kata-kata yang menyebutkan bahwa pemilik warung tidak mengindahkan panggilan Allah (azan).

“Ne hargai bacut panggilan Allah, (hargai suara Azan-red),” ujar Waled, Kamis 8 Novermber 2018.