Home / ACEH / Aksi Waled Husaini Dapat Pujian

Aksi Waled Husaini Dapat Pujian

Ist

KLIKKABAR.COM, ACEH BESAR- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Besar Sulaiman, SE mengapresiasi inisiatif Wakil Bupati Aceh Besar Waled Husaini A.Wahab yang melakukan sidak ke Pasar Jantho jelang memasuki waktu shalat.

Menurut Sulaiman, aksi Waled Husaini untuk menegakkan syariat Islam di Aceh Besar patut diapresiasi oleh semua pihak. Politisi Partai Aceh itu mengatakan, sidak yang dilakukan Waled merupakan usaha untuk mengimplementasi aturan yang berlaku di Aceh Besar.

Pasalnya, sebelum turun langsung ke lapangan, Pemerintah Aceh Besar telah terlebih dahulu mengeluarkan imbauan tetang penghentian aktivitas saat waktu salat.

“Beliau melakukannya dengan dasar imbauan bupati untuk menghentikan aktivitas selama azan sampai selesai shalat,” ujar Sulaiman, Jumat 9 November 2018.

Himbauan untuk menghentikan aktivitas saat waktu shalat tertuang dalam intruksi Bupati Aceh Besar nomor 1 tahun 2017 tentang pelaksanaan shalat fardhu secara berjamaah di masjid atau meunasah. Dalam intruksi tersebut masyarakat dihimbau agar menghentikan segala aktivitasnya saat azan hingga selesai salat berjamaah.

Mereka menilai, para pemimpin di Aceh seharusnya mengikuti langkah Waled Husaini yang dikenal tegas dalam menegakkan syariat Islam.

Aksi yang menyita perhatian publik yang dilakukan waled Husaini  bukan pertama kali , beberapa waktu lalu Husaini juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengindahkan aturan pembatasan penggunaan pengeras suara di mesjid dan surau yang dicanangkan oleh Menteri Agama RI.

Sebelumnya, Wakil Bupati Aceh Besar Husaini A.Wahab atau yang kerap disapa Waled Husaini “mengamuk” saat melakukan sidak ke pasar kota Jantho.

Waled meluapkan kekesalannya lantaran pemilik warung masih beraktifitas saat azan sudah dikumandangkan, sempat terdengar kata-kata yang menyebutkan bahwa pemilik warung tidak mengindahkan panggilan Allah (azan).

“Ne hargai bacut panggilan Allah, (hargai suara Azan-red),” ujar Waled, Kamis 8 Novermber 2018.