Home / BERITA TERBARU / Produktif di Pagi, Jangan Ngopi Pagi

Produktif di Pagi, Jangan Ngopi Pagi

KLIKKABAR.COM, JAKARTA РPakar pengembangan karier Rose Leadem memberi trik agar plebih produktif. Satu solusinya bekerja lebih efisien dan produktif.  Dikutip dari smartmoney, berikut ini tipsnya.

Minum Kopi Jam 8-10 Pagi

Hasil studi Geisel School of Medicine di Dartmouth menyebut, minum kopi di awal hari adalah ide buruk. Kegiatan ini meningkatkan hormon kortisol yang menjadi biang stres.

“Minum kopi antara jam 10-2 siang atau dari 2-5 sore saat hormon kortisol ada di level paling bawah,” saran Rose seperti dikutip Entrepeneur.

Tak Punya Rencana Kerja

“Bawalah selalu notebook kosong. Dalam buku itu, isi dengan banyak ide atau hal-hal penting yang harus kamu lakukan selama satu hari itu,” katanya.

Cek Surat Elektronik Pekerjaan

Profesor Adam Alter di New York University menyebut, setidaknya kamu akan kehilangan 25 menit untuk cek surat elektronik (surel/email). Karenanya, jangan terlalu sering cek surel sembari kerja.

Matikan semua notifikasi surel di ponsel pintar maupun komputer selama bekerja. Demikian, kamu bisa lebih fokus.

Mengawali Hari dengan Rapat

Hasil riset menyebutkan, rata-rata pekerja menghabiskan 23 jam per pekan untuk rapat. Banyak waktu habis untuk pergi dari rapat ke rapat lain.

“Pergilah pada rapat-rapat yang memang penting dan berguna untukmu,” saran dia.

Duduk di Kursi

Hasil studi Harvard & Columbia University menyebut, berdiri akan memberi kekuatan dan semangat untuk bekerja lebih produktif dibanding duduk. Lebih sering berdiri dibanding duduk sebagai alternatif untuk mendongkrak produktivitas.

Sinar Matahari

Sinar matahari, khususnya di pagi hari, sangat bermanfaat meningkatkan metabolisme dan suasana hati. Jadi, bila meja dekat jendela, biarkan matahari pagi masuk.

Mengerjakan Deadline Seorang Diri

Hasil studi Assosiasi Psikologi menyebut, deadline yang dikerjakan bersama justru menghasilkan kinerja yang lebih baik.

Membuka Web Browser

Jangan membuka browser jika kamu ingin bekerja. Hasil survei Webtrate menyebut, 34% pekerja kehilangan konsentrasi selama satu jam setelah cek surel atau media sosial.

Memulai Banyak Pekerjaan dalam Satu Waktu

Hasil studi Experimental Economics mengukur, multitasking tidak berdampak pada produktivitas kerja. Multitasking justru mengurangi produktivitas kerja. Lebih baik, mulai konsentrasi di masing-masing pekerjaan.