Home / ACEH / Malik Mahmud Dinilai Gagal Jadi Wali Nanggroe Aceh

Malik Mahmud Dinilai Gagal Jadi Wali Nanggroe Aceh

Wali Nanggore Aceh, Malik Mahmud saat berkunjung ke lokasi pameran sejarah Aceh di Museum Aceh, Selasa, 7 Agustus 2018. (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta agar Komisi Pemilihan Wali Nanggroe mewacanakan segera proses pergantian Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar.

Menurut penerjemah buku Hasan Tiro ini, tugas Wali Nanggroe akan selesai pada Desember 2018 mendatang. Hal ini sesuai dengan Qanun No.8 Tahun 2012 yang sudah dikoreksi oleh Menteri Dalam Negeri.

Baca: Salah Kaprah Tari Saman

“Publik kurang tahu sebenarnya jabatan Wali Nanggroe hanya berlaku 5 tahun dan Desember ini tugas beliau sudah selesai sebagai Wali Nanggroe Aceh,” kata Haekal dalam keterangannya kepada Klikkabar.com, Rabu (7/11/2018).

Aktivis kebudayaan ini menambahkan, selama masa jabatan Wali Nanggroe tidak menunjukkan eksistensi dan tidak berhasil memfungsikan dirinya sesuai dengan undang-undang sehingga ia menilai Wali Nanggroe gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Kami melihat beliau tidak berhasil dan inkonsistensi dalam menjalankan tupoksi Lembaga Wali Nanggroe. Baik dari bidang sejarah, adat, budaya dan tamaddun Aceh,” tegasnya.

Haekal juga meminta agar Majelis Tuha Peut, Majelis Tuha Lapan dan Majelis Fatwa untuk segera membentuk Komisi Pemilihan guna mencari sosok baru yang lebih kredibel untuk memimpin Lembaga Wali Nanggroe Aceh kedepan.

“Secara regulasi, para Majelis memiliki wewenang untuk segera mencari pengganti beliau. Kami siap membantu dan akan merekomendasikan beberapa calon yang dianggap layak sebagai pengganti,” pungkasnya.

Baca Juga: 6 Peraturan di Aceh yang Bikin Heboh

Misteri Kematian Johansyah, Buronan Bersenjata di Aceh

Terkuak, Fakta Amuk Massa hingga Bakar Mapolsek Bendahara