Home / ACEH / Buku Belajar Ala Dr. KBA Beredar

Buku Belajar Ala Dr. KBA Beredar

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Bandar Publishing menerbitkan buku terbaru November berjudul “Metode Belajar KBA: Sharing, Caring, and Producing Knowledge”.

“Buku ini bercerita cara membaca buku, menulis buku, melakukan presentasi, suka duka menjadi penulis, cara memahami teori, belajar dari tokoh dan terakhir menceritakan produksi ilmu pentahuan sebagai tugas intelektual,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Percetakan Bandar Publishing, Faujar, Rabu (7/11/2018).

Disebutkan, buku yang terdiri dari tujuh bab ini ditulis oleh Kamaruzzaman Bustamam Ahmad (KBA), doktor lulusan La Trobe Australia dan kini dosen di UIN Ar-Raniry.

Selain menulis di sejumlah jurnal yang terindeks scopus, KBA telah menulis puluhan buku. Selain buku ini, Bandar Publishing juga baru merilis volume terakhir “Acehnologi” dan “Masa Depan Dunia”. Tahun 2019, “Masa Depan Dunia” akan terbit volume kedua.

“Buku “Metode Belajar KBA: Sharing, Caring, and Producing Knowledge”  ditulis prolog oleh Dr Sulaiman Tripa dan ditutup dengan epilog dari Dr Teuku Muttaqin, juga ikut diberi testimoni oleh Dr M Adli Abdullah dan Direktur Bandar Publishing, Mukhlisuddin Ilyas,” kata Fajar.

Mengutip penulis, buku ini  ditulis tidak ilmiah. Isinya lebih banyak menceritakan pengalaman penulis yang masuk dalam rimba pengetahuan. Alasan lain, banyak pihak berkeinginan mendengar pengalaman pergumulan menulis  dari KBA, makanya buku ini ditulis dan kami diterbitkan.

Peneliti Acehna institute, Dr Sulaiman Tripa dalam prolognya menulis bahwa KBA terus menulis di tengah kesibukannya.

Menurutnya, sosok KBA termasuk orang pandai yang lebih banyak memilih mendengar ketimbang berbicara. Sedangkan Dr Teuku Muttaqin dalam epilog mengatakan bahwa sebuah metode yang membumi lahir dari KBA sebagai permata literasi zaman now.

Apresiasi serupa juga datang dari Dr M Adli Abdullah yang menulis upaya KBA mendekatkan Aceh sebagai ruang studi belum berhenti.

“Buku setebal 253 halaman ini ditulis dengan narasi tanpa footnote. Cocok dibaca oleh siapa saja yang tertarik dengan dunia tulis menulis,” ungkap Faujar