Home / BERITA TERBARU / Bahaya Menunda Kentut

Bahaya Menunda Kentut

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Kentut atau buang angin adalah mekanisme tubuh yang normal. Kondisi ini terjadi ketika gas dari saluran pencernaan berhasil ke luar melalui lubang dubur. Pada orang sehat usia 21–59 bisa kentut 10 kali per hari.

Dikutip dari klikdokter, buang angin dikatakan normal jika jumlahnya tak melebihi 10 kali sehari. Bila lebih dari itu, mungkin ada gangguan kesehatan yang sedang terjadi.

“Penyakit saluran cerna seperti gangguan pada kandung empedu bisa menyebabkan kentut berlebih. Begitu pula dengan kondisi yang bukan penyakit, seperti mengonsumsi makanan tertentu, menelan udara terlalu banyak, dan lainnya,” ungkap dr. Resthie.

Kentut berlebih menjadi pertanda gangguan kesehatan. Menahan kentut adalah tindakan yang tidak dianjurkan dari sisi medis. Menahan kentut menyebabkan tekanan dan rasa tidak nyaman bagi tubuh.

Gas yang tertahan dalam usus memicu distensi abdomen, gas terserap ke sirkulasi dan diembuskan melalui napas Anda.

Dilansir dari Newsweek, gas dalam usus berasal dari sumber yang berbeda―seperti menelan udara atau karbon dioksida yang dihasilkan ketika asam lambung bercampur dengan bikarbonat di usus kecil, juga hasil produksi oleh bakteri yang terletak di usus besar.

Sementara itu, penumpukan gas usus dengan menahan kentut dapat menyebabkan kembung hingga nyeri.

Selain kondisi di atas, menunda kentut menyebabkan gangguan kesehatan sebagai berikut:

Keracunan gas

Salah satu unsur pada kentut adalah metana. Jika tidak dikeluarkan dari dalam tubuh, unsur tersebut terus bertambah dan dapat berubah menjadi racun. Oleh karena itu, sering menahan kentut kerap dikaitkan dengan kejadian keracunan.

Wasir

Saat menahan kentut, otot anus menegang dan pembuluh darah melebar. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, wasir tak bisa dihindari lagi.

Penderita wasir akibat terlalu sering menahan kentut akan mengalami buang air besar berdarah, gatal pada anus, nyeri saat duduk, dan berisiko tinggi mengalami anemia bila keluhan tak segera diatasi.

Infeksi divertikulosis

Sering menahan kentut membuat usus tertekan oleh sejumlah gas yang terperangkap. Pada kasus tertentu, tekanan ini dapat memicu timbulnya kantung pada dinding usus yang disebut divertikula.

Kantung-kantung tersebut dapat terkena infeksi kuman dan menyebabkan divertikulosis.

Divertikulosis sering terjadi tanpa gejala yang spesifik. Namun pada beberapa pasien, kondisi ini dapat menyebabkan keluhan perut kembung, nyeri, sensitif atau kram, demam menggigil, diare dan sembelit, serta mual maupun muntah.

Daripada mengundang masalah kesehatan yang telah disebutkan di atas, akan lebih baik bila Anda tak lagi menahan-nahan kentut. Jika Anda sekiranya merasakan adanya dorongan gas dari saluran cerna, segera bergerak ke tempat yang membuat Anda untuk  kentut dengan leluasa.

Jika malu melakukan itu, dr. Resthie memberikan saran bahwa Anda wajib membatasi atau menghindari sama sekali makanan maupun minuman yang merangsang gas seperti kol, sawi, dan minuman bersoda.

Tidak mengonsumsi obat yang mengandung laktulosa atau sorbitol jika tak ada indikasi khusus.