Home / ACEH / Kisah Ahyar, Dijemput Sehat Pulang Jadi Mayat

Kisah Ahyar, Dijemput Sehat Pulang Jadi Mayat

Ramiati saat memperlihatkan foto Almarhum Ahyar, tahanan yang tewas di Polsek Bendahara, Aceh Tamiang. (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TAMIANG – Kasus amuk massa hingga berujung kepada aksi pembakaran Mapolsek Bendahara di Kab. Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dipicu oleh kematian tidak wajar yang dialami oleh Ahyar (25).

Warga Desa Tanjung Keramat, Kec. Banda Mulia itu ditangkap pada Senin (23/10/2018) malam terkait kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu. Ahyar ditangkap saat berada di tambak miliknya sekitar pukul 11 malam.

Penangkapan Ahyar disebut-sebut sebagai pengembangan atas penangkapan salah satu warga sebelumnya dengan kasus yang sama. Ahyar lantas dibawa ke Mapolsek untuk diinterogasi.

Baca Juga: Kapolsek Bendahara Dicopot

Misteri Kematian Johansyah, Buronan Bersenjata di Aceh

Terlilit Hutang, Janda 5 Anak di Aceh Edar Ganja

Namun, pagi harinya tersiar kabar kematian Ahyar sehingga pihak keluarga dan warga berang dan mendatangi Mapolsek. Salah satu warga sempat melihat mobil berwarna merah keluar dari Mapolsek pada Selasa pagi dan kembali tidak lama kemudian.

Mobil itu diduga membawa Ahyar yang sedang dalam kondisi kritis ke rumah sakit di Kuala Simpang. Ditangkap dalam keadaan sehat lalu dibawa pulang saat sudah menjadi mayat tentu membuat semua orang geram dan tersulut emosinya.

Salah satu faktor yang membuat keluarga sama sekali tak terima dengan kematian Ahyar adalah penganiayaan yang diterima oleh ayah satu anak ini.

Jenazah Ahyar dikatakan pihak keluarga dalam kondisi yang mengenaskan. Terdapat sejumlah luka lebam di bagian kaki, badan dan tangannya.

“Jarinya patah dan kukunya ada yang dicabut. Ini kejam dan sangat tidak manusiawi. Kami meminta polisi-polisi itu dihukum seberat-beratnya,” kata Ridwan, salah satu keluarga korban kepada Klikkabar.com saat berkunjung ke rumah duka, Selasa (23/10/2018) malam.

Sementara itu ibunda Ahyar, Ramiati (63) tak sanggup berbicara banyak saat ditanyai tentang keseharian anak kelima dari 10 bersaudara ini. Sang ibunda hanya menjawab singkat pertanyaan dari Klikkabar.com sambil sesekali menghapus air matanya.

“Anak saya itu orangnya baik dan ramah. Kalau dia salah seharusnya dihukum, jangan dibunuh,” lirih Ramiati.

Akan Ditindak Tegas

Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S. Djambak di hadapan keluarga korban,unsur Forkopimda dan tokoh adat serta masyarakat, menyampaikan permohonan maaf sebesar besarnya atas kasus kematian Ahyar.

Jenderal bintang dua itu berjanji akan menindak tegas Kapolsek Bendahara dan para personelnya yang telah bersalah. Tidak hanya pelanggaran kode etik, mereka juga akan digiring ke tindak pidana umum.

“Mewakili Kapolri dan institusi Polri serta secara pribadi saya meminta maaf atas kejadian ini,” kata Rio saat berkunjung ke rumah duka, Rabu (24/10/2018).

Baca Juga: Kapolda Aceh Minta Maaf

Nurul Jadi Buronan Polres Aceh Timur

Terkuak, Fakta Amuk Massa hingga Bakar Mapolsek Bendahara