Home / BERITA TERBARU / Wartawan Dimutilasi dan Dihancurkan dengan Asam

Wartawan Dimutilasi dan Dihancurkan dengan Asam

KLIKKABAR.COM, JAKARTA: Kasus kematian wartawan Jamal memunculkan berbagai spekulasi siapa dan bagaimana pembunuhan Khashoggi dilakukan.  Muncul dugaan Jamal dilenyapkan dengan asam setelah dibunuh dan dimutilasi di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Diwartakan Sky News, Kamis (18/10/2018), sumber dari penyelidik Turki berujar, mereka memasukkan potongan tubuh ke dalam 15 kantong plastik. Selanjutnya, potongan tersebut dihancurkan menggunakan cairan asam yang bereaksi cepat, dan disembunyikan dekat kediaman Konsulat Jenderal Saudi Mohammed al-Otaibi.

Para pembunuh di Meksiko-Amerika menggunakan zat kimia untuk mencerai-beraikan tubuh korban mereka. Para pembunuh biasanya menggunakan natrium hidroksida atau kalium hidroksida, basa kuat yang biasa dikenal sebagai alkali. Dipanaskan hingga 300 derajat Fahrenheit (148 derajat Celsius), larutan alkali dapat mengubah tubuh menjadi cokelat cair dengan konsistensi minyak mineral hanya dalam tiga jam.

Jika ketel tidak bertekanan, larutan tidak bisa dipanaskan melebihi titik didih air, 212 derajat Fahrenheit (110 derajat Celsius). Hal itu berarti akan membutuhkan tambahan satu atau dua jam untuk menyelesaikan proses.

Salah satu orang yang menggunakan proses ini adalah Adolph Luetgert, yang dikenal sebagai ‘Sausage King of Chicago’. Dia membuang istrinya ke kuali besar yang mendidih pada 1897, lalu sisanya dia bakar. Polisi akhirnya menemukan pecahan tulang di tungku pabrik. Saat ini, sebagian besar mayat dicairkan untuk alasan yang sah.

Beberapa universitas menggunakan industrial digesters (pemecah mikroorganisme) untuk membuang bangkai yang digunakan untuk penelitian dan pendidikan kedokteran. Mesin tersebut yang tampak seperti kompor tekanan besar, mencampur sekitar 70 galon air dengan sejumlah kecil alkali.

Ketika siklus lima sampai delapan jam selesai, terdiri tiga jam untuk menghancurkan tubuh, sisanya untuk memanaskan dan mendinginkan larutan. Setelahnya, sisa-sisa yang dicairkan aman untuk dituangkan ke saluran pembuangan.

Sebuah keranjang berlubang akan menampung padatan yang masih tersisa dari proses tersebut, termasuk perangkat medis yang ditanamkan dan ‘bayangan tulang’ – kalsium fosfat yang membentuk sekitar 70 persen massa tulang dan gigi.

Tulang-tulang yang menonjol dapat dihancurkan menjadi bubuk putih halus. Meski terdengar menyeramkan, alkali belum seberapa bila dibandingkan asam yang diduga digunakan untuk melenyapkan tubuh Jamal Khashoggi. Asam dapat melarutkan tubuh lebih sempurna daripada alkali, tetapi membutuhkan waktu yang lebih lama dan bisa berbahaya.

Pembunuh Inggris John George Haigh menggunakan asam sulfat untuk mencerai-beraikan setidaknya enam korbannya pada tahun 1940-an. Dia memproses mayat-mayat itu dengan drum minyak berukuran 170 liter dan melaporkan bahwa korban benar-benar lenyap dalam kurun waktu sekitar dua hari.

Dia mengatakan harus meninggalkan ruangan, dan menemukan kepulan asap di tempat kejadian. Asam sulfat dapat menyebabkan luka bakar tingkat tiga. Demikian dikutip dari intisari, Jumat (19/10/2018).