Home / BERITA TERBARU / Karyawan Rentan Stroke

Karyawan Rentan Stroke

KLIKKABAR.COM, JAKARTA: Stroke berdampak serius, seperti disabilitas jangka panjang dan kematian. Nah, untuk Anda pekerja kantoran harus lebih waspada terhadap stroke karena lebih rentan stroke. Dikutip dari klikdokter, Senin (15/10/2018) mari kenali alasannya.

Stroke keadaan jaringan otak kekurangan aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen. Terdapat dua penyebab umum stroke, yaitu sumbatan pada pembuluh darah yang menyebabkan stroke iskemik (stroke paling umum, mencakup 80-87% kasus stroke) dan perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan stroke homeragik. Kedua keadaan ini menyebabkan suplai darah pada jaringan otak terputus dan menyebabkan kematian jaringan.

Penyebab pekerja kantoran lebih rentan stroke?
Pekerja kantoran yang mengaplikasikan gaya hidup yang menjadikan rentan stroke. Misalnya, makan makanan yang bergizi kurang atau makanan tidak sehat, merokok, malas berolahraga, dan sebagainya. Seringnya, kesibukan kantor dijadikan alasan gaya hidup tak sehat mereka. Padahal, jika punya tekad kuat, kebiasaan buruk ini bisa diubah!

Stres, utamanya dalam pekerjaan, juga sering kali dianggap memiliki peran sebagai faktor risiko stroke. Penelitian di Tiongkok menilai dua aspek dari pekerjaan, tuntutan pekerjaan psikologis (misalnya jam kerja, tekanan di tempat kerja, beban mental, dan tingkat tanggung jawab pekerja), dan kontrol pekerjaan (lebih pada kontrol Anda sebagai pekerja kantoran terhadap keputusan-keputusan pekerjaan) berkaitan dengan stroke.

Penelitian di atas menemukan tingkat stres yang tinggi pada mereka dengan pekerjaan yang mana banyak tuntutan tapi dengan kontrol yang rendah, misalnya pekerjaan seperti pramusaji atau perawat. Stres yang tinggi dikaitkan dengan lebih tingginya risiko stroke. Berbagai penelitian lainnya menemukan bahwa orang-orang yang lebih stres dan mengalami tekanan mental berisiko terkena stroke.

Mari lebih aktif bergerak!
Gaya hidup sedenter adalah pola perilaku yang minim aktivitas fisik. Biasanya, mereka yang mengadaptasi gaya hidup ini adalah pekerja kantoran yang hampir setiap hari menghabiskan waktunya di balik meja kerja, memandangi layar komputer atau laptop.
Tak hanya itu, perjalanan menuju kantor dan pulang ke rumah pun ditempuh dengan transportasi umum atau kendaraan pribadi, yang artinya Anda akan duduk sepanjang jalan. Sesampainya di rumah, Anda sudah terlanjur capek dan lebih memilih untuk beristirahat dan bermalas-malasan untuk melepas lelah.

Kurang atau malas bergerak adalah kebiasaan yang para pekerja kantoran harus segera ubah. Lewat sebuah studi yang dilakukan oleh Aerobics Research Center di AS, aktivitas fisik mampu mengurangi risiko stroke pada pria hingga 60 persen.